Apa itu tutut?! Sebenarnya kata ini diambil dari bahasa sunda. Arti sebenarnya adalah Keong Sawah. Siput dalam bahasa latinnya adalah Molluscus artinya LUNAK. Siput sekelas dengan bekicot. Dalam bahasa latinnya: GASTROPODA. gaster = perut dan podos = kaki, artinya adalah hewan yang menggunakan perut sebagai alat geraknya.

Tutut adalah sejenis keong yang hidup di sawah. Yang mana paling banyak diketemukan di sawah, dimana air sawah yang agak berlumpur tapi juga relatif bening. pada siang hari tutut-tutut ini bersembunyi didasar lumpur sehingga sulit dicri dan dikumpulkannya. Nah, barulah pada malam hari para tutut ini menyebar menempel-nempel pada batang padi atau tumbuhan lainnya yang ada disekitar.

Tutut Sawah mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi, juga mengandung mikronutrien yang berupa mineral yaitu kalisum yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein sendiri menunjang keberadaan setiap sel tubuh, juga berperan dalam proses kekebalan tubuh. Konsumsi protein hewani ini jelas dibutuhkan oleh tubuh disamping protein nabati. Selain itu juga kandugnan lemak yang terdapat di dalamnya merupakan asam lemak esensial dalam bentuk asam linoleat dan asam linolenat, adapun kandungan vitamin dari tutut ini juga cukup tinggi dengan didominasi vitamin A, vitamin E, niacin, dan folat. Vitamin A sendiri berperan dalam pembentukan indra penglihatan (mata) yang baik, terutama di malam hari. Sedangkan, vitamin B3 berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak dan protein. Selain itu di dalam tubuh, vitamin B3 mempunyai peranan penting dalam menjaga kadar gula darah, penyembuhan migrain, tekanan darah tinggi dan juga vertigo.

Kandungan vitamin E pada tutut juga berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan, mulai dari jaringan mata, kulit, sel darah merah sampai hati. Sedangkan folat berpungsi dalam membantu pembentukan sel darah merah, mencegah anemia dan berbagai manfaat lain. Belum lagi manfaat kandungan mineralnya berupa kalsium, magnesium, kalium, zat besi dan fosfor yang berperan penting pada tubuh guna pengaturan kerja enzim, pemeliharaan keseimbangan asam dan basa, membantu pembentukan ikatan yang memerlukan mineral seperti pembentukan hemoglobin.

Tutut sebagai sumber kalsium pengganti susu
Susu merupakan salah satu sumber kalsium utama, tetapi banyak dari kita yang tidak tahan meminum susu, bahkan ada yang alergi. Padahal susu sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, antara lain untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, gigi, sistem syaraf, untuk peredaran darah, jantung, kulit dan sebagainya.

Bagi anda yang tidak suka minum susu, tutut merupakan salah satu alternatif untuk asupan kalsium anda. Ternyata tutut menyimpan potensi kalsium yang luar biasa, kalsium dalam tutut ini kira-kira ada 217mg dalam 100gr hampir setara dengan segelas susu, selain itu tutut juga mengandung protein, energi, karbohidrat, posfor, dll, jadi tak ada salahnya kita rajin makan tutut, harga tak seberapa tapi khasiatnya sungguh luar biasa.

Ternyata melihat dari gizi yang dikandung, tutut bisa dijadikan alternatif protein pengganti daging, ayam dll dan harganya juga relatif terjangkau. Selain itu, tutut juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, maag, liver, kolesterol serta berbagai penyakit lainnya.

Di luar rasanya yang enak, gurih dan berkhasiat, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tutut berperan sebagai perantara cacing Trematoda pada manusia. Secara kasat mata, tidak bisa dibedakan antara tutut yang terinfeksi cacing usus dan tutut yang bebas infeksi.

Perebusan merupakan cara yang umum digunakan untuk memasak tutut, waktu memasaknya harus memperhatikan besar dan kecilnya api yang digunakan karena sangat berpengaruh pada bebas atau tidaknya tutut dari infeksi cacing trematoda di atas. Penelitian menunjukkan bahwa larva cacing Trematoda pada tutut akan mati jika direbus selama 20 menit menggunakan api besar, 39 menit menggunakan api sedang dan 62 menit menggunakan api kecil.

Red. Suara Independent