Dari hari kehari kita semakin banyak melihat kemiskinan dan penderitaan rakyat indonesia , yang semakin meluas dan melebar kemana-mana dan seharusnya mereka bisa merasakan kenikmatan dan kemerdekaan yang selayaknya mereka miliki, tapi malah sebaliknya. Bukan merasakan kenikmatan tersebut akan tetapi malah merasakan kemiskinan dan kesengsaraan tersebut disebabkan oleh ulahnya segelintir orang-orang yang serakah. Yang mana mereka sudah merasakan sangat banyak , tapi tidak merasa belum cukup puas dengan harta yang telah didapatinya.

Seperti banyak yang kita lihat penderitaan rakyat Indonesia yang terjadi di daerah-daerah seperti di daerah pinggiran dan pedalaman dan banyak dari mereka yang tadinya punya tempat tinggal akhirnya mereka sekarang kehilangan tempat tinggal dan sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya. Bagaimana caranya pemerintah ksususnya untuk menolong mereka, ini karena suatu hal mereka sekarang menjadi menderita sebab mereka kehilangan tempat tinggal , pekerjaan  dan ada yang kehilangan tempat usaha mereka dan semua ini kelihatannya masih belum terselesaikan dan bahkan pemerintah belum memberikan apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap masyarakat miskin.

Ditambah lagi pemerintah menaikaan harga BBM yang mengusung penderitaan baru rakyat,Pemerintah berpandangan, harga BBM dalam negeri lebih murah daripada harga BBM di pasar internasional karena memperoleh subsidi dari negara. Karena itu, menaikkan harga BBM adalah upaya untuk mengurangi beban anggaran negara.

Rakyat berada di bawah garis kemiskinan di negara ini sepertinya memang tidak akan pernah lagi bisa bernafas lega. Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tidak bisa ditawar lagi.Dalih untuk menyelamatkan negara karena alokasi anggaran untuk BBM terlalu membebani APBN menjadi senjata andalan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, membatasi BBM bersubsidi, dan mencabut subsidi.

Pemerintah seolah – olah menjadi pahlawan penyelamat anggaran agar tidak defisit. Tetapi mereka tidak melihat, hal seperti ini justru akan membuat beban hidup rakyat ke depan semakin berat. Untuk mengukuhkan posisinya, pemerintah pun mengajukan berbagai alasan yang dirasionalisasikan agar masyarakat sepakat dengan kebijakan pemerintah.

Ironisnya, pada tahun 2012 pemerintah terus menambah utang dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) hingga Rp134 triliun dan utang luar negeri Rp54 triliun. Padahal, ada sisa sisa APBN 2010 Rp57,42 triliun ditambah sisa APBN 2011 Rp 39,2 triliun. Untuk apa utang ditambah, tapi ada sisa dan tidak digunakan?
pernahkah anda berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang tanpa apa-apa ??? kesusahan, kelaparan, bahkan hidup yang sangat tak layak, di bawah kolong jembatan dan di tempat-tempat kumuh, mungkin sebagian besar dari anda yang membaca blog ini bukanlah orang-orang seperti yang saya katakan di atas, mungkin anda adalah orang yang sekurang-kurangnya masih bisa hidup yang layak dibandingkan mereka.

Mereka yang serba kekurangan, menganggap uang Rp.1000 begitu berharga, bagi mereka Rp.1000 bisa mereka gunakan untuk makan pada hari itu, sedangkan kita ??? mungkin bagi kita uang Rp.1000 tidak begitu berharga karena bisa dengan mudah kita dapatkan, terkadang kelebihan yang kita dapatkan membuat kita melupakan penderitaan orang kecil, terkadang kita mengeluarkan uang kita hanya untuk hal yang sebenarnya tidak berguna, padahal sesungguhnya uang tersebut lebih layak kita gunakan untuk membantu orang yang kurang mampu
Mengeluarkan sedikit yang kau punya untuk orang yang tak punya, tidak akan membuat semua yang kau punya habis.

Padahal Jika anda berikan 1 sen anda mungkin akan kehilangan 1 sen pada “saat itu” tapi jka anda memberikan dengan ikhlas dan tanpa pamrih maka 1 sen yang anda berikan akan tergantikan dengan 10 kali lipat yang akan diberikan tuhan kepda anda nantinya.Sedekah justru akan menambah kekayaan anda baik berupa materi maupun pahala, sesungguhnya sebagian dari kekayaan anda adalah hak dari orang – orang yang tidak punya.

Red. Suara Independent