Rumah Batu abnormal karena keberadaanya yang berlokasi di pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan rumah batu ini mula-mula digagas oleh seorang mantan pakar kayu

 

Suaraindependent.id-Tasikmalaya. Sepertinya area rekreasi ini tersiar amat sangat asing, area rekreasi ini belum begitu terngiang dipendengaran masyarakat, lantaran area ini belum terbuka ke umum.

Area rekreasi yang amat fenomenal di Tasikmalaya. Tentu terdengar aneh, rumah yang sukses dikerjakan dengan teliti oleh tangan-tangan berbakat ini, memakan dana sekitar 30 juta dari saku pribadi.

Kurang lebih 2 jalan untuk mengunjungi area ini, dari Tasikmalaya mengarah ke selatan Batulawang atau lapang Cikukulu mengarah ke Sarakan.

Selain areanya yang pas untuk berpose, juga akan menikmati karakteristik ‘’rumah batu’’ yang jarang ini. Kota Tasikmalaya adalah area yang tersohor terhadap prakarya dan area rekreasi alamnya yang menawan dan semua itu merupakan suatu kehormatan tertentu bagi warganya.

Sementara area yang disebutkan mungkin sudah tidak eksentrik bagi Anda malahan sempat menyambanginya. Namun terdapat satu area wisata yang belum ternama.

Namun kerap disambangi oleh para wisatawan yaitu objek wisata ‘’Rumah Batu’’ yang keberadaanya di (gunung Cantigi blok Pasingpongpok dusun Sukawangi desa Cibatu kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat) Seperti dihimpun Suaraindependent.id.

Abnormal karena keberadaanya yang berlokasi di pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, rumah batu ini mula-mula digagas oleh seorang mantan pakar kayu serta seorang lelaki yang terkenal sangat lugu Aji Najidin namanya.

Mereka berdua tergerak hati untuk mendirikan sesuatu yang jarang tapi meyakinkan. Dari bentangan sebuah bukit batu yang merupakan kaki gunung Cantigi ini berkat kreativitasnya bukit batu ini menjadi sebuah konstruksi yang unik.

Di atas kapling miliknya 750 meter persegi, dikerjakan dengan cukup ketekunan dan ketelatenan selama 3 tahun dan mendirikan rumah 6 x 25 m yang di dalamnya termuat 2 pengkeng, dapur, ruang tamu, terowongan dan WC.

Terdapat

Terdapat pula warung sebagai area berdagang. Konstruksi yang tergarap dengan tangan berbakat ini menelan dana hampir 30 juta.

Ditambah 4 belincong, 250 pahat, 5 martil dan 2 linggis. Area ini bermodalkan individu tidak ada campur tangan baik dari pengelola daerah maupun investor.

jadi tidak heran jika kita masuk tanpa dimintai bayaran cuma tersedia kotak amal. Yang mana dananya disumbangkan untuk keperluan DKM Cintasari Pasirpongpok.

Bila Anda hendak menyambangi area rekreasi ini, ada dua jalan yang dapat kita tempuh. Pertama dari arah Tasikmalaya mengarah selatan dan belok di Batulawang.

Kedua bisa belok dari lapang Cikukulu mengarah ke selatan sejauh 7 km. Demikianlah artikel dari kami, semoga dapat bermanfaat untuk Anda.

Baca juga: Air Terjun Gedus di Tasikmalaya, Potensi Wisata yang Belum Tergarap Pemerintah

 

Irfan.P./Red. Suara Independent.