Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara mengatakan perubahan jadwal itu merugikan Persib. “Karena tim Persib di bawah asuhan Mario Gomez sudah siap menjalani laga melawan Persija di 28 April.
Itu berarti, jika Persija vs Persib digelar pada 3 Mei, tim berjulukan Maung Bandung tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup. Belum lagi mereka harus menempuh perjalanan ke Madura tanpa adanya hari istirahat.

Pertandingan yang mempertemukan dua klub perserikatan itu sejatinya berlangsung pada Sabtu (28/4) nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, namun Polda Metro Jaya tidak memberi izin lantaran berdekatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei. Namun demikian, kami memahami pertimbangan izin karena faktor keamanan. Selanjutnya, kami menunggu jadwal atau keputusan PT LIB (Liga Indonesia Baru, operator dan regulator Liga 1)” kata Kuswara. Kalaupun bergeser, Kuswara ingin agar jadwal Liga 1 Persib tidak terganggu dengan yang sudah ditetapkan PT LIB sebelumnya. Persib dijadwalkan bakal bertanding di markas Madura United pada 4 Mei.

 


PT Persija Jaya Jakarta mengajukan permintaan ingin menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 3 Mei. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno kemudian menyanggupi permintaan . Namun, hal itu lalu ditolak pihak Persib karena tim berjulukan Maung Bandung tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup untuk pertandingan di markas Madura United pada 4 Mei. Persija juga mengalami kerugian. Mereka hanya punya sedikit waktu untuk terbang ke Papua guna menghadapi Perseru Serui pada 6 Mei.

Kerugian dari sisi teknis bagi Persija makin bertambah karena mereka punya laga penting lawan Home United di Singapura pada 8 Mei. Dengan jadwal padat tersebut, stamina Macan Kemayoran dipastikan bakal terkuras, baik karena perjuangan di lapangan maupun perjuangan saat melakukan perjalanan.