Sukabumi, Suara Independent.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar. Sebuah Fakta hukum, Pasalnya jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

Dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.
Dijelaskan, dalam Kurikulum 2013, LKS sudah diintegrasikan dalam buku pelajaran yang diberikan pemerintah. Menurut dia, LKS yang diperjualbelikan terpisah dengan buku melanggar Permendikbud tersebut.
“Komite sekolah harus mengingatkan kepala sekolah dan guru untuk segera menghentikan jual beli LKS ini, bahan ajar itu termasuk LKS,” kata Hamid.

Berawal dari adanya laporan dan temuan dilapangan dengan berbagai bukti yang ada, Seperti Di SMP Negri 12 Kota Sukabumi Yang Masih ada Menjual Buku LKS dengan Alasan keperluan Siswa.
Menurut M. Fajar Ramdhana, S.PD yang juga sebagai kepsek SMP 12 itu menjelaskan, “saya baru 7 bulan menjabat disini sebagai kepsek, jadi apabila adanya penjualan buku LKS yang saat ini Di lakukan di SMPN 12 sekarang saya hanya melanjutkan saja” katanya membela diri kepada awak media saat di konfirmasi di kantornya, Senin, ( 12/3).
Pak kepsek juga menegaskan “keberadaan buku penunjang LKS itu jadi tambahan (supplemen pembelajaran) bagi keperluan kemudahan proses belajar mengajar di sekolah”, paparnya.
Begitupun saat ditanya surat larangan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi untuk tidak ada penjualan Buku tersebut ia pun menjawab bahwasannya memang dari dulu tidak ada surat edaran apapun terkait larangan menjual LKS.

Sekolah sebagai wadah Pendidikan mencetak generasi SDM pemimpin bangsa harus steril dari segala macam bentuk Bisnis komersial, sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang betul-betul dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara kedepannya.

Reporter : Adam Firmando,SE, MHE
Editor : Firman