OverSupply Asosiasi Semen Indonesia Desak Moratorium Pabrik Baru

Suara Independent
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) terus meminta kepada pemerintah untuk melakukan moratorium pembangunan pabrik semen baru.

Ketua ASI Widodo Santoso mengatakan kondisi saat ini industri semen nasional tengah mengalami kondisi oversupply atau kelebihan pasokan semen sebanyak 30 juta ton dan diperkirakan kondisi ini berlanjut hingga 2023. Menurut Data Sejak 2011 telah terjadi peningkatan kapasitas produksi sebanyak 40%, sedangkan pertumbuhan permintaan hanya 20%.
Selama tahun 2011, konsumsi semen Indonesia menunjukkan tingkat pertumbuhan yang begitu signifikan sebesar 18% apabila dibandingkan dengan tahun 2010 dengan jumlah volume mencapai 48,0 juta ton. Angka tersebut adalah pencapaian sekitar 82% dari total kapasitas terpasang yang ada saat ini. Seperti diketahui bahwa kapasitas terpasang untuk industri semen hingga saat ini adalah 56 juta ton dari 9 pabrik.

Jika kita melihat perjalanan industri semen selama 15 tahun terakhir seperti pada grafik, terlihat bahwa pertumbuhan pada tahun 2011 merupakan tingkat pertumbuhan yang tertinggi, di bawah pencapaian tertinggi sebelumnya pernah dicapai yaitu pada tahun 2000 yaitu sebesar 18,7% setelah sebelumnya didera krisis ekonomi sejak tahun 1998 hingga 1999. Sedangkan titik terendah dari pertumbuhan industri semen adalah pada tahun 1998 dengan prosentase hanya sebesar -30,5%. Jika dirata-ratakan angka prosentase pertumbuhannya selama 10 tahun tersebut adalah sekitar 6,5% bahkan bila dihitung sejak 20 tahun terakhir angka rata-rata pertumbuhan masih sekitar 6,4%. Dengan dimulainya beberapa proyek infrastruktur secara besar-besaran dan dalam waktu yang bersamaan pada pertengahan tahun 2011 menyebabkan permintaan semen meningkat begitu tajam.

“Kami menyadari kalau investasi itu perlu, tetapi sekarang sudah oversupply, sehingga kami minta izin pabrik baru dihentikan,” Paparnya Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, apabila pemerintah memberikan izin pembangunan lini produksi baru, pabrik-pabrik yang belum lama beroperasi bisa mengalami kebangkrutan. Pada tahun ini, Widodo menyebutkan akan ada 1 pabrik baru yang akan beroperasi, yaitu milik Conch Cement di Sulawesi Utara.

Pabrik semen tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 1,5 juta ton per tahun.

“Harapan kami, pada tahun ini jangan ada izin pabrik baru lagi. Kalau pabrik Conch Cement di Sulut sudah lama izinnya,” kata Widodo.

Untuk mengatasi masalah oversupply, pabrikan semen dalam negeri juga menjual produk semen dan clinker ke pasar ekspor, seperti ke Bangladesh, Srilanka, Afrika, Australia, dan Filipina. Sepanjang tahun lalu total ekspor semen dan clinker tercatat sebesar 2,95 juta ton, naik 84% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, ASI berharap ekspor semen dan clinker bisa mencapai 3 juta ton untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang masih rendah. Akhir 2017, kapasitas terpasang pabrik semen di Indonesia diperkirakan sebesar 106,3 juta ton, sedangkan tingkat utilitasasi sebesar 63%.
(Sumber Lainnya)

Penulis : Firman Santosa, SE