Aku adalah seorang wanita biasa yang hidup normal seperti wanita-wanita lainnya, Kehidupanku memang sangat beruntung karena aku mempunyai suami yang terkaya disebuah desa tepi  pesisir pantai. Aku hanya memiliki seorang anak tiri karena dari hasil pernikahanku sampai saat ini belum dikaruniai anak, sebuah keluarga yang begitu menyayangiku, entah bagaimana awalnya perasaan itu tumbuh begitu saja. Aku  begitu bingung dengan perasaan yang merasuki diriku sehingga membuatku merasa jenuh, juga ada rasa bosan menghampiriku seakan semua begitu tak masuk akal, tapi nyata. aku merasa ada yang kurang tapi entah apa.

Aaaaaaaaaaaaaagghhh …………!! ada apa dengan diriku ??

Perasaan itu kini semakin tumbuh dan tak bisa aku kendalikan, melainkan aku malah terbawa oleh arus nya. Dan membuat aku merasa tak nyamanan karena ada rasa kurangan.  Di sinilah awal petualanganku juga penyebab kehancuran keluargaku yang telah susah payah aku bangun dengan suami dan keluarga ku. Keseharianku bekerja di sebuah kantor sebagai direktur perusahaan punya suamiku.

Seperti hari-hari biasa aku masuk kantor, bertemu dengan karyawan yang bekerja di kantor yang sama denganku, tapi hari ini begitu beda …

“Bbbrrruuuggk …..( seseorang menabrakku dan membuyarkan lamunanku)” .

Saya    : Aduhh ….

Anton : Maaf Bu, saya buru-buru tak sengaja menabrak Ibu..

Saya    : hmmm .. lain kali lebih hati-hati.

Anton : iya Bu, sekali lagi saya minta maaf (dengan langkah kaki yang cepat, mendahuluiku).

Saya    :  Iya ..

Setelah kejadian tadi saya masuk ke dalam ruangan kerja dan sialnya tangaku menyenggol gelas yang berisi teh dan membasahi meja kerjaku,

lebih sial lagi tumpahan teh tadi membasahi dokumen yang belum sempat aku periksa.

“ Tok .. tok.. tok ..tok  permisi “ (Sekali lagi seseorang membuyarkan lamunanku meratapi kesialanku hari ini).

Lagi-lagi si Anton ,” demen amat sih ganggu orang tadi menambraku sekarang ketok-keto, gerutuku dalam hati”.

Saya    : Iya masuk… ada apa??

Anton : maaf bu, saya membutuhkan berkas keuangan yang sudah saya letakan tadi di meja Ibu,

            apa Ibu sudah selesai cek dan tandatangan ?

Saya    : saya belum sempat cek, berkasnya basah kena air teh yang tumpah 

            (Sambil saya memperhatiakan Anton, cakep juga dia …

            aaaaaagghh apa yang saya fikirkan..! )Dan sekali lagi Anton membuyarkan lamunanku.

Anton : Ada apa bu??

Saya    : Tidak papa, (sambil pura-pura membereskan serpihan gelas yang peca 

            (Tanpa di duga anton membantuku)

            Sudah biar saya bereskan sendiri”.

Anton : tidak apa-apa Bu, tidak baik jika seorang laki-laki membiarkan seorang wanita yang

            membutuhkan bantuan, walau sekecil apapun itu wanita harus di bantu”.

Saya    : deeegggg…. perkataanya langsung membuat perasaanku …. ntahlah persaan itu begitu sulit di katakan.

             antara senang bahagia, kagum bercampur aduk.

             hahahaha .. (aku tertawa kecil)  pantas saja banyak karyawan wanita yang

             mengagumimu, ternyata kamu jago memanfaatkan momen-momen tertentu.

Anton : aduh, maaf Bu, bukan maksud saya kurang ajar, tapi saya hanya ingin membantu.

Saya    : iya iya , (sambil memalingkan pandanganku dari wajahnya).

 Anton: mm ,karna semua sudah beres saya mau print ulang,

             nanti saya kasih ke ibu untuk di cek dan tanda tangan.

Saya    : iya …

 

Setelah kejadian tadi secara tiba-tiba lamunanku tertuju  begitu saja yang di  alami dari mulai tadi pagi sampai anton pergi dari ruangan, saya senyum-senyum sendiri dan membuat saya merasa lucu kalau mengingat kejadian-kejadian barusan. “Anton seorang manager di perusahaan yang sama denganku. Tubuhnya ideal, berotot kekar dan wajahnya pun menawan walau berkacamata dan kelihatan pelit, tapi saya dengan banyak karyawan wanita mengaguminya karena memang pandai bergaul.

Pada awalanya saya tak memperdulikannya, namun setelah kejadian tadi pagi membuat saya selalu memikirkan tentang anton. Dan saya mulai “KEPO” tentangnya. (hahahaaaa biar gaul dikit kaya ABG). Setelah kejadian itu saya dan Anton mulai dekat, mulai dari makan bersama  dengan alasan membicarakan pekerjaan. Kadang –kadang makan bertiga. Saya ,suami, Anton. juga sesekali dengan karyawan lainnya kalau lagi ada kerjaan yang memang harus di bahas.

Hari demi hari hubungan saya dan Anton semakin dekat, kedekatan itulah membuatku nyaman dengannya. Terjawab sudah pertanyaanku selama ini, mungkin ini yang saya butuhkan, Anton hadir di kehdiupan saya, memberikan warna baru memberikan kesan baru dan memberikan pengalaman baru, mulai dari kebebasan diri dari rasa jenuh, membeskan diri dari rasa bosan. Sering sekali kami jalan berdua beralasan pekerjaan padahal kebanyakan kami jalan-jalan, makan, berkaraoke ria buking hotel dan hal-hal lainnya.

Lama kelamaan rasa nyaman itu semakin kuat dan Anton pun merasakan apa yang saya rasakan. Padahal kita berdua sama

sama sadar diri karna sudah punya keluarga, tapi perasaan yang kuat ini membuat  kami berdua mengenyampingkan norma-norma dalam berkeluarga dan pada akhirnya terjebak dalam sebuah hubungan perselingkuhan., Terkadang dalam lamunanku ada rasa bersalah kepada suami dan keluarga, tapi tak bisa di pungkiri kebutuhan ini membuatku terjebak dalam asmara dan tak harusnya.

Pertualangan kami tak sampai di situ, sempat suatu hari saya harus bertugas keluar kota mengurus urusan pekerjaan yang seharusnya suami saya lakukan, tapi karena ada urusan lain suami saya memberikan tugas ini dan merekomendasikan Anton untuk membantu segala sesuatunya nanti.

Suami saya selama ini tak curiga dengan kedekatan dan hubungan kami, karena suami saya begitu percaya kepada saya dan Anton  salah satu karyawannya, anton salah satu orang kepercayaannya karena kinerja dan ke ahliannya  membuat suami saya begitu mempercayainya.

Lanjut, setelah semua persiapan beres tiket sudah di pesan ,berangkatlah saya beserta Anton menuju sebuah kota  X, dan kami telah sampai di kota tersebut dan menginap di hotel yang telah Anton pesan.

Sesampainya d hotel :

Saya    :  kenapa memesan dua kamar??

Anton :  biar bapak tak curiga, (sambil senyum)

Saya    :  oh iya.. (saya pun tersenyum) pinter juga ya Pap.

Anton :  iya dong, kalau tak pintar belum tentu bisa mendapatkan mam, (hahaaa.. Anton ketawa kecil).

            (Ciee.. sekarang mulai pap dan mam, bukan lagi Ibu ..

             hahaa udah kaya ABG yang cinta monyet).

Saya    :  bisa aja papap sayang . (saya kembali senyum). (ciee … sekarang panggilan nya sayang).

 

Waktu berlalu, sudah waktunya bekerja. Dengan sikap propesional kami menuju lokasi yang sudah di tentukan untuk mieting. Beres mieting kami menyempatkan untuk jalan-jalan menikmati suasuana malam kota X tersebut dan mengukir kisah cinta antara Saya dan Anton. Merasa cape dan jam pun sudah menunjukan jam 12.12 WIB kami memutuskan kembali ke Hotel .

Di hotel saya VC (vidio call) suami, dan memberitahukan bahwa urusan kerja sudah beres dan meminta izin untuk berjalan-jalan besok untuk membeli oleh-oleh buat anak-anak, sejujurnya itu hanyalah alasan padahal saya dan Anton ingin mengukir kisah cinta kami selanjutnya. Betapa berdosanya saya, tapi inilah kenyataanya ..

Tak lama tlpon berdering, ternyata Anton yang telpon memberitahukan dia ingin ke kamarku…

(Yang ini tak perlu saya ceritakan, kalianpun pastinya tau apa yang kami lakukan).

Setelah beberapa bulan sepulang dari luar kota (tugas kantor) saya melakukan aktivitas seperti keseharian yang saya lakukan, mulai dari mengurus suami dan keluarga  menuai kisah cinta antara saya dan Anton yang begitu tersusun secara rapih dan tidak membuat suami saya curiga.

Dan pada akhirnya saya melakukan hal yang ceroboh. Sewaktu saya mandi di rumah, hp saya lupa tidak di simpan ke tempat yang aman, malah di taruh di kasur, ( Triring triring triring ….. hp berbunyi) saya mendengar suara hp berbunyi tapi tak memperdulikannya. Setelah selesai mandi ……

Suami :  mah ..

Saya    :  iya pah …

Suami :  tadi si Anton telpon, dan juga dia sms.

             Ada kerjaan apa kamu sama Anton? dia minta ketemu segala.?

             (dengan nada cemburu dan keingintahuan)

Saya    :  oh.. dia mau membahas kerjaan yang belum selesai pah.

             Katanya sih tentang karyawan bawahannya,dia minta solusi untuk mengatasinya,

             Anton kan bawahan mamah jadi dia meminta saran terbaik dari mamah.

Suami :  oh gitu, tapi gak macam-macam kan??.

Saya    :  Deggggg …. (jantungku berdebar, seakan tersambar petir)

Papah apaan si ngomongnya kaya gtu, udah gak perca lagi sama mamah?

            Papah udah gak cinta lagi sama mamah ?

Suami :  bukan seperti itu mah, papah cuman gak mau kehilangan mamah,

            dan kalau saja mamah memang menyimpang dari perjanjian pernikahan kita, ntah apa jadinya nanti.

Saya    :  iya iya .. mamah tidur duluan (sambil memasang muka cemberut).

Mata terpejam tapi diri memikirkan dalam sebuah lamunan, jika suatu hari nanti perselingkuhanku dan Anton di ketahui oleh suamiku, apa yang akan terjadi dengan kehidupanku selanjutnya, bagaimana dengan kelurgaku, pastinya mereka akan sangat kecewa karna kelakuan aku yang  begitu menjijikan ini, “maafkan mamah sayang (dan tak sadar air mata jatuh membasahi pipi)”.

 

Bebepa hari kemudian, seperti biasa rutinitasku mengurus rumah tangga, kerja dan tentunya mengisi hari-hariku dengan adanya Anton di dalamnya. Dan pada akhirnya apa yang aku takutkan selama ini terjadi, suamiku mengetahu tentang hubunga saya dan Anton.

Suatu malam, saya terlibat dalam percakapan yang amat sangat serius dan membuat hatiku hancur.

Suami :  mah, papah sudah tau apa yang selama ini mamah lakukan bersama Anton.

Papah sebenarnya tak percaya apa yang mamah lakukan itu, tapi kenyataanya dan bukti-bukti yang telah di kumpulkan selama ini oleh orang suruhan papah berikan memperkuat bahwa mamah telah melakukan penyimpangangan membuat papah harus percaya dan membuat kecewa atas apa yang mamah lakukan”.

Saya    :  deeeegggggghhh .. (hati berdebar begitu kencang, bagai di sambar petir tanpa adanya angin dan hujan)

            Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa, karna memang semuanya benar adanya.

 Suam :  sekarang apa yang mau mamah lakukan?

 Saya   :  pah … (mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan semuanya),

            “apa yang mamah lakukan mungkin tak bisa di maafkan,

            memang benar mamah telah melakukan apa yang papah utarakan.

            Mamah tak bisa melakukan apa-apa dan tak bisa berkata apa-apa,

            mamah menunggu keputusan dari papah dan menerima semua

            konsenkuensi dari apa yang telah mamah lakukan.

 Suami :  kenapa melakukan itu? Kurang apa papah selama ini,

             papah selalu memberikan apa yang mamah inginkan dan menuruti semua yang mamah mau.”

Saya    :  kalau papah mempertanyakan itu mamah akan jawab, ini bukan tentang papah tapi tentang mamah.

Mamah tak kuasa menahan diri dan tak bisa mengendalikan kejenuhan dalam hubungan keluarga ini, mamah selama ini merasa kesepian, memang benar papah semala ini memberikan dan menuruti apa yang mamah inginkan tapi satu hal yang terlewatkan, mamah membutukan perhatian lebih. Sebagai seorang wanita yang bersuami mamah memerlukan papah dalam segala hal dan selama ini mamah kekurangan, memang benar sela ini papah begitu sayang sama mamah tapi mamah merasa kekurangan, dengan kesibukan papah mengurusi pekerjaan di rumah cuman beberapa hari dan jarangnya kita berkomunika membuat mamah merasa jenuh dan kesepian, dan itulah alasan kenapa mamah meminta bekerja d perusahaan papah. Tapi papah tak pernah peka dan tak pernah mempertanyakan kenapa mamah ingin bekerja. Mamah kesepian pah …… (nangis), mungkin hal ini masalah kecil bagi papah tapi bagi mamah ini sangat penting, dan apa yang mamah lakukan memang salah, selama ini mamah sudah memikirkan bagaimana caranya menghentikan semuanya dan bicara ke papah tapi papah selama ini sibuk, sibuk dan sibuk …. dan itu membuat mamah melaukan dan melakukan hal sama lagi dan lagi, sampai detik ini. Sekarang mamah serahkan semua keputusan ke papah. Saya terima apa yang papah akan lakukan ke mamah”.

Suami :  tetap saja apapun alasannya apa yang kamu lakukan telah membuat ku kecewa.

 (dengan nada tinggi dan raut muka marah, kecewa)

Dan saat ini aku tak bisa memberikan keputusan apapun, aku akan pergi untuk merenungkan semuanya.

Setelah percakapan itu suamiku pergi dari menuju kamarnya, aku merenung di kamar menangis meratapi diri. Apa yang akan terjadi selanjutnya nanti.

Paginya aku menelpon Anton dan meminta dia ke rumah. Setelah kedatangannya saya menjelaskan apa yang terjadi semalam dan meminta pendapat dan jawaban kepadanya.

Saya    :  Ton .. bagaimana sekarang, apa yang harus saya lakukan? .

Anton :  akupun bingung, (dengan wajah kebingungan, seperti sedamg memikirkan sesuatu)

Saya    :  Bagai mana kalau kita menikah dan membina rumah tangga?  (pertanyaanku mengagetkan Anton).

Anton :  Apa.??  Saya rasa itu keputusan yang terlalu cepat,

apa yang harus saya katakan kepada istri saya. Kita harus fikirkan lagi, maaf.

 Saya   :  (jawaban anton membuat sama tambah hancur)

Ton .. kita yang memulai dan kita yang harus mengakhir, apa cinta kamu sampai di simi? Selama ini kamu begitu memuji dan mengagumiku, dan sekarang saat-saat seperti ini kamu tega berkata seperti itu .! (dengan wajah sedihku dan muka kecewa).

 Anton            :  bukan maksudku seperti itu,

tapi untuk memutuskan segala sesuatu harus kita fikirkan matang lagi.

 Saya   :  terus kenapa kamu bicara kaya gitu nya sekarang,kenapa selama ini kamu tak bica seperti itu ?

kenapa kamu melakukannya dan tak memikirkan konsenkuensinya?

 Anton :  ya benar, sema ini aku terlena dalam asmara yang tak seharusnya kita jalani dan aku telah salah    

melakukan semua itu, maafkan aku. Apa mau mu sekarang?

Saya    :  aku ingin menikah denganmu.

Anton :  saya rasa itu tak mungkin.

Saya :  kenapa tidak mungkin? Bukahkah selama ini kamu mencintaiku?

Atau jangan-jangan selama ini kamu hanya memanfaatkan ku untuk

kepuasan hawanafsumu semata hah ?! (muka kesal).

Anton :  aku tak bisa menjeaskan apa-apa, tapi tak seperti apa yang kau tuduhkan itu.

Saya    :  kalau begitu menikahlah denganku, tak apa aku menjadi istri keduamu asal aku bisa

hidup bahagia bersamamu. Aku syang menyayangimu ton.

Anton :  ini bukan masalah cinta, ini maslaah kenyataan,

bagai mana aku menjelaskan kepada istriku? Akupun sangat menyayanginya.

Saya    : Terus bagai mana dnegan saya??

Anton :  sepertinya kita tak bisa meneruskan hubungan kita.

Saya    :  maksudmu ton ??

 Anton :  cukup sampai di sini, saya akan pergi dan memperbaiki semuanya

dari awal bersma istri dan anak-anak saya. Maafkan aku “.

(anton pun pergi meninggalkan luka, kecewa atas apa yang dia utarakan).

Betapa hancurnya hati saya saat itu, tak bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Hanya bisa menangis didalam kamar merenungi apa yang baru saja terjadi.

Kisah cinta terlarang mengahncurkan kehidupan rumah tanggaku dan membuatku berantakan ,sulit untuk di gambarkan dengan kata-kata.

 

Bersambung ………

 

Point penting :

Manusia memang makhluk yang mendekati sempurna, tapi terkadang kesempurnaanya itu membuat dia menjadi lupa diri. Manusia memiliki rasa ketidak puasan dalam dirinya (hawa nafsu), membuat dirinya tak puas dengan apa yang di dapatkan.

 

Saran              :

Dalam sebuah hubungan haruslah saling melengkapi satu sama lain. Banyak faktor-faktor yang menjadikan alasan runtuh atau hancurnya sebuah hungungan, padahal segala sesuatunya itu kembali lagi kediri orang yang menajalaninya.

Seperti halnya kita menabung di salah satu bank, sering kita menyimpan uang maka akan banyak uang kita di bank dan suatu hari nanti kita bisa mengambilnya untuk di gunakan membeli apapun yang kita inginkan dihari tua atau keperluan lainnya.

Arti luasnya, apa yang kita lakukan maka itu yang akan jadi alasan apa yang kita dapatkan di kemudia hari. Jika kita berbuat baik maka akan di balas baik, kalau kita berbuat jahat maka niscaya kita akan mendapatkan balasan yang setimpal dan azab Allah SWT.

 

 

 

Cerita ini ditulis dan terinfirasi dari kisah nyata kehidupan seorang pengusaha, yang mengagungkan kekayaan dengan anggapan segalanya dapat dibeli dengan uang. Apabila ada kesamaan nama dan perjalanan dalam cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung dan membuka aib kehidupan seseorang, karena ini asli ditulis dan dikarang hanya untuk memgambarkan bahwa kekuasaan, kekayaan dan apa yang kita miliki hanya titipan Allah semata yang sifatnya hanya sementara.

 

Wasalamu alaikum wr wb…..

 

Penunulis adalah:

Ikin Rokiin,MM

Pimpinan Redaksi Media Online & SKU Suaraindependent.id