Suaraindependent.id

Parungponteng 24 oktober 2017,Semburan air panas dan lumpur yang terjadi hari senin 24 oktober 2017 di Desa Sindangrasa Rt 03 Rw 01 hingga kini masih berjalan dan semakin parah dengan ditandai bertambahnya titik semburan yang semula hanya satu titik dilubang awal pengeboran kini bertambah menjadi tiga titik semburan sejak semalam sekitar pukul 2 terjadi lagi ledakan yang menyebabkan timbulnya 2 titik semburan baru,namun 2 titik tersebut volumenya tidak terlalu besar.

Yang dihawatirkan oleh team BPBD adalah 2 titik semburan baru tersebut akan bertambah luas dan posisi lubang tersebut tidak memakai casing pipa pelindung tidak seperti pada lubang semburan utama pengeboran yang sudah menggunakan pipa kurang lebih 25 meter oleh pekerja pengeboran sebelum terjadinya ledakan.

Menurut pemantauan BPBD secara kasat mata dan di tes dengan menaroh ayam hidup dilokasi semburan yang tetap hidup ini menandakan bahwa semburan lumpur tersebut tidak ada bahaya gas beracun dan untuk penelitian secara ilmiah akan dilakukan oleh team dinas lingkungan hidup dan geologi untuk sementara waktu pemerintah setempat belum melakukan evakuasi warga sekitar semburan namun baru mengeluarkan himbauan kepada masyarakat terdekat semburan untuk sementara waktu agar tinggal dirumah sanak saudaranya yang agak jauh dari lokasi.

Menurut petugas BPBD apabila semburan tersebut setelah dilakukan penelitian dan hasilnya menyatakan berbahaya maka masyarakat sekitar akan dievakuasi dengan radius minimal 30 meter sampai 50 meter dari pusat semburan.sampai dengan berita ini dimuat aliran masih terus terjadi dengan ketinggian semburan mencapai 50 cm dan air beserta lumpur dialirkan melalui kali kecil Cipanas yang bermuara dikali Cilongan yang selanjutnya berhubungan dengan kali Ciwulan.

Untuk pengamanan lokasi pihak polsek Parungponten memasang garis polisi dilokasi semburan dan mensiagakan beberapa anggota untuk berjaga 24 jam dibantu perangkat desa dan BPBD guna menjaga agar masyarakat sekitar dan luar daerah yang ingin melihat kejadian ini tidak terlalu dekat ke lokasi semburan. Nurihsan/idpt