Penambangan Tanah Carolina Purwakarta

Penambangan Tanah Carolina Purwakarta

Exsplotasi tanah carolina sampai saat ini belum ada yang berani menon-aktifkan atau menyetop aktivitasnya bahkan Pemkab setempat pun juga seakan-akan tutup mata

 

Suaraindependent.id– Areal tanah bekas perkebunan Belanda (Corolina ) di Desa Cilangkap dan Desa Cicadas  Purwakarta, sampai sekarang masih terus berlangsung.

Sejak belasan tahun lalu dan ratusan hektar tanah kini sudah kehilangan lapisan subur karena dikeruk hingga kedalaman 5 sampai 6m. Padahal penggalian tersebut sama sekali belum memiliki izin dari Pemkab dan Dinas terkait, apalagi Dinas Pertambangan Kabupaten sudah dibubarkan.

Pengerukan dilakukan dengan silih berganti oleh beberapa perusahaan. Dengan menggunakan alat berat ‘’Cobel codan’’ puluhan damtruk berkafasitas 24 m3 dalam sekali angkut.

Menurut keterangan para Sopir truk. Tanah galian tersebut dibuang kedaerah karawang, guna untuk mengubur sawah yang bakal digunakan  industry,  bahkan sampai ke Cakung Jakarta Timur guna untuk untuk mengubur rawa.

Akibat terus menerus dikeruk kini lahan pertanian yang semula banyak ditumbuhi pohon ‘’canesa pornis dan rumpun bambu’’ kini menjadi gersang. Yang dikeruk bukan hanya lapisan tanah merah saja, tapi sudah mencapai pada lapisan tanah hitam, bahkan pasirnya juga diambil.

Kepala Desa Cicadas Mulyadi menyatakan, penggalian tanah tersebut sama sekali belum memiliki izin, bahkan himbauan Kepala Desa memerintahkan exsplotasi dihentikanpun tidak digubris.

Dua Kades Cilangkap Muhammad Anap dan Rahmat tak mampu menghentikan penggalian tanah tersebut sampai kedua kini telah wafat.

Saya juga sudah mengirimkan surat laporan ke beberapa Instansi-instansi terkait, supaya penggalian tanah dihentikan, karena dampaknya akan merusak lingkungan dan keindahan alam sekitar.

Tapi! Tidak ada tanggapan apa-apa dari Pemkab Purwakarta. Seolah-olah pihak Pemkab tutup mata, padahal penggalian tersebut sudah berlangsung sangat lama.

Tanah (Carolina) membentang dari Desa Cilangkap, Cicadas, Hegarmanah, Bababakan Cikao, Mulya mekar dan Desa Cigelam, seluas lk 2000  Ha, status sudah tumpang tindih, ada yang diredis.

Ada hak garap, ada beberapa milik PT, dan terakhir Bupati Purwakarta sudah member izin untuk kawasan Industri kepada konsorsium, namun sudah hampir 5 tahun berjalan belum dibangun.

 

Baca juga: Tebing Citatah Wahana ekstrim di Bandung

 

 

IRFAN.P./HIDAYAT/RED. SUARA INDEPENDET.