Murad bumi ini juga diadakan semacam luapan rasa syukur atas keberhasilannya selama bercocok tanam. Awal berdirinya Desa Linggamukti ini dari pamekaran Desa Cilingga

 

Suaraindependent.id-Perayaan hajat murad ini adalah hari jadi tahun (Desa Linggamukti Kec Darangdan yang ke 36). Awal berdirinya Desa Linggamukti ini dari pamekaran Desa Cilingga.

Murad bumi ini juga diadakan semacam luapan rasa syukur atas keberhasilannya selama bercocok tanam, tradisi murad bumi ini adalah budaya silih mencicipi. Itu yang diungkapkan oleh ’Toto Iskandar’’ Kepala Desa Linggamukti. Pada sambutannya dalam perayaan Murad Bumi di Desanya (10-Mei-2017).

Masyarakat berkenan dan senang hati memberikan hasil buminya ke RT masing-masing. Selanjutnya oleh RT nya dibuatkan yang disebut dongdang lalu disimpan diarea yang sudah diberikan oleh panitia perayaan.

Tetapi ada juga yang secara langsung membagikan hasil bercocok tanamnya pada panitia acara tersebut. Malah ada juga dari desa tetangganya, yaitu desa ‘’Cilingga’’ menyerahkan beberapa dongdang kepada panitia.

Yang nantinya siapa saja yang mau boleh mengambilnya tanpa terkecuali bukan saja warga setempat, dari luar desapun hadir di acara itu bahkan dari luar kecamatanpun turut hadir.

Jika ingin hidup dan upayanya berhasil, ya harus mengadatkan beragam keikhlasan kata salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sekda Purwakarta Drs. H PADIL KARSOMA, M.Si pada sambutannya menceritakan, adat istiadat leluhur paham cara bercocok tanam diteruskan oleh keturunan sekarang, serta hasilnya dapat kita lihat sendiri.

Singkong dan labu besar-besar, serta tradisi berbagi silih mencicipi itu baik, harus dilestarikan, yang nantinya Purwakarta Istimewa berbasis budaya.

Pada perjumpaan kali ini tampak para ”Kepdin” dengan ”Kades”, kemudian di songsong dengan keelokan ‘’Upacara Adat Sunda’’juga hiburannya, jaipong, Pencak Silat dari para ahli setempat.

Baca juga:MILAD KE 13 CERMIN HATI BERLANGSUNG HIDMAT

 

HIDAYAT./RED. SUARA INDEPENDENT.