PC. Himpaudi Kecamatan Karangnunggal, pekan kemarin sebanyak 320 siswa dan siswi PAUD/KOBER dari 29 lembaga telah di wisuda yang bertempat di Gedung Da’wah Islamiyah

 

Suaraindependent.id– Tasikmalaya. Wisuda siswa atau siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) dan ( Kober ) menakhlilkan agenda rutin tahunan yang dilangsungkan oleh Direksi cabang himpunan pendidikan anak usia dini (PC.HIMPAUDI).

Kecamatan Karangnunggal pekan kemarin sebanyak 320 siswa dan siswi PAUD/KOBER dari 29 lembaga telah di wisuda yang bertempat di Gedung Da’wah Islamiyah (GDI) Kecamatan karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Wisuda yang di gelar serentak itu di hadiri oleh insur muspika diantaranya, Kapolsek, Danramil, KUA, Kepala UPTD, Tokoh agama, para pendidik Paud/Kober. Orang tua siswa serempak menghadiri gelar wisuda tersebut.

Bentuk gendongan dengan kepercayaan. Semoga kedepannya mengenai ini menjadikan evaluasi untuk lebih menaikan dunia pendidikan sedari sekarang, yang mana pendidikan sejak dini.

Menjadi dasar guna anak untuk lekas beradaptasi. Asuh mental belajar berxpresi diri intinya dasar-dasar dan hierarki ilmu untuk memahami teritori. Mengenal teman sesama dengan adanya kelompok bermain (Kober).

Panitia penyelenggara yang di ketuai oleh Sumarna, S.Pd.I yang di wakili salah satu panitia Ust. Ubai dilah menyebutkan” kami sangat berharap moment ini adalah landasan awal untuk semua unsur akan pentingnya pendidikan sejak dini.

Ikut mengimplementasikan dasar yang bisa memperkokoh diri moga jadi pribadi yang berdikari tentunya mental yang energik, selain itu ana juga butuh dukungan dan pro aktif nya semua pihak baik pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat serta lembaga lain.

Dimana nantinya kami bakal lantas berjuang memperkukuh dengan agama yang mendasar bekal ketika beranjak ke pendidikan seterusnya yaitu pendidikan Sekolah Dasar (SD).

Moment Pelepasan ”PAUD / KOBER”

Moment pelepasan ini dengan memberinya predikat wisuda merupakan kategori wajib yang harus di tempuh para siswa dan siswi PAUD/KOBER. Karena wisuda ini syarat mutlak yang nantinya akan melanjutkan ke pendidikan SD.

Mereka bisa orientasi kembali di jenjang seterusnya dengan panduan dan mental yang ada. Umpama pencapaian dalam pengkandidatan turunan berperforma tentunya dari sejak dini.

Koordinasi dengan sarwa front yang merupakan riwayat yang harus selalu kontinue dibuat. Agar para pendidik dan tutor di masing-masing maktab pandai mempunyai dedikasi dan motivasi serta bertanggung jawab atas dunia pendidikan sejak dini, ”jelas Ustad”.

Baca Juga:20 Siswa SDN Girimukti 03 Singajaya Belum Menerima Dana (BSM) Karna Belum Terlealisasikan

 

Y.C./Red. Suara Independent.