Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) belum terlealisasikan kepada Siswa di SDN Girimukti 03 Kecamatan. Singajya, Kabupaten Garut.

Suaraindependent.id – Niat baik pemerintah tidak semuanya menjadi kebaikan ketika aturan yang telah di buat selalu di langgar. Seperti halnya SDN Girimukti 03 dengan jumlah siswa hanya 130 lebih. Dari jumlah siswa tersebut,

20 murid yang mendapatkan (BSM) Bantuan Siswa Miskin. Namun menurut narasumber bahwa sampai berita ini di turunkan, masih belum terealisasi sampai sekarang.

Untuk menghidari pemberitaan (fitnah) yang terkesan menghakimi. Maka kami perlu untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait dana BSM yang belum di terima oleh siswa yang menerima.

Ketika kami konfirmasi terkait realisasi program tersebut. Bapak Encep sadikin selaku “Kepsek” malah menghindar, dengan alasan kepentingan kantor UPTD singajaya. Dan diserahkan kepada seorang guru kelas untuk diwawancarai oleh kami di kantornya, kami perlu beberapa jawaban “Kepsek” dari pertanyaan yang kami lontarkan.

Rasa penasaran kami memuncak ketika dihubungi lewat ponselnya dia mengajak ketemu di kantor UPTD. Namun ternyata Bapak Encep sadikin yang baru menjabat satu tahun itu dia tidak ada di tempat yang diajanjikan, kepala UPTD pun marah setelah di jelaskan tentang tujuan kami.

Lalu apakah menghidar itu sebuah jawaban atas kesalahan yang diaperbuat ? hanya pihak yang paling berkopetenlah yang seharusnya tanggap dan melakukan investigasi dengan mengedepankan azas praduga takbersalah.

R.g.P.s/Red. Suara independent.