Tragisnya, bukannya menolong si pembantu tersebut, wanita ini malah sibuk merekam kejadian tersebut, sungguh keterlaluan wanita ini

 

Suara Independent. Di zaman sekarang media sosial tampaknya telah mengubah moral seseorang, di mana beberapa orang lebih mementingkan update di media sosial mereka dibanding menyelamatkan nyawa seseorang.

Sebuah video baru-baru ini memperlihatkan bagaimana seorang perempuan di Kuwait harus berusaha sendiri untuk menyelamatkan dirinya agar tak terjatuh dari ketinggian. Alih-alih membantunya, seorang perempuan malah menyaksikan peristiwa tersebut sambil merekamnya menggunakan ponsel gengamnya.

Video yang pertama kali diunggah pengguna Twitter bernama (@Almajlissa) menunjukkan sosok perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tergantung di jendela lantai tujuh sambil memohon bantuan.

Sementara, seorang perempuan di dalam rumah hanya berdiri tanpa berusaha menolongnya karena sibuk untuk mengabadikan momen-momen langka tersebut.

Tragisnya lagi, bahkan setelah sang pembantu terjatuh ke sebuah tenda besi, perempuan itu malah terus sibuk merekamnya.

“Ketika manusia tidak ada karena mobile video,” tulis @Almajliss dalam keterangan video yang diunggahnya.

Pembantu yang tak diketahui identitasnya  itu kini dinyatakan selamat. Tim medis pun segera membawanya ke rumah sakit terdekat, karena dia mengalami patah lengan dan hidung, serta pendarahan di telinga. Sementara perempuan yang merekam peristiwa mengerikan itu telah ditahan kepolisian setempat.

The Guardian menyatakan jika pembantu itu mungkin berencana untuk bunuh diri, tapi dia berpikir untuk menggagalkannya di menit terakhir.

Masyarakat untuk Hak Asasi Manusia Kuwait, meminta pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini dan merujuk pengadilan, mengatakan sang majikan memiliki tugas untuk menyelamatkan.

Demikianlah artikel dari kami tentang pembantu malang tersebut. Nantikanlah artikel-artikel selanjutnya.

Baca juga: Di Duga Tak Kuasai Medan Jalan, Pengendara Motor Mengalami Kecelakaan Hingga Meninggal Dunia

 

Irfan.P./Red. Suara Independent.