Hasil hitung cepat (quick count) seluruh lembaga survei hari ini menunjukkan kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI Jakarta.

Suaraindependent.id – Kemenangan sementara ini tak mudah dicapai oleh Anies Baswedan. Bahkan jika merujuk ke belakang. Anies bukanlah tokoh yang dijagokan untuk mengalahkan petahana Ahok. Bagaimana perjalanannya?
Proses Pencalonan. Jumat, 23 September 2017 di kediamanan Prabowo Subianto. Menjadi titik paling menentukan untuk Pilgub DKI Jakarta, terutama bagi Anies Baswedan. Saat itu, Prabowo bersama tim Gerindra-PKS, ‘menyeleksi’ beberapa tokoh yang akan dicalonkan di Pilgub DKI.
Pertemuan yang berada dalam masa ‘injury time’ pendaftaran cagub-cawagub itu. Berlangsung relatif cepat dan ternyata menghasilkan pasangan Anies-Sandi yang didaftarkan ke KPU DKI pada sore harinya. Gerindra dan PKS total mengantongi 26 kursi DPRD DKI, cukup untuk mengusung pasangan calon.
Saat yang sama, koalisi Cikeas (Demokrat, PPP, PKB dan PAN). Lebih dulu mengumumkan pencalonan pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni yang juga terbilang mengejutkan. Pasalnya Agus harus melepas atribut militer yang dia banggakan itu demi pencalonan DKI-1.
Lalu satu lagi kandidat adalah pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Pemilik elektabilitas tertinggi sejak awal Pilgub DKI itu, yang diusung oleh PDIP, Golkar dan Nasdem.
Pertarungan 3 kandidat itu resmi dimulai pada 28 Oktober 2017 sebagai awal masa kampanye Pilgub DKI. Anies-Sandi menyebut kampanyenya itu dengan ‘sosialisasi’. Bukan ‘blusukan’ seperti dipakai Jokowi-Ahok 2012 yang juga dipakai Ahok-Djarot.
Perjalanan kampanye itu diwarnai dengan tiga kali debat yang membuat kontestasi Pilgub DKI memanas. Anies-Sandi sejak kampanye mengusung program OK OCE, DP nol rupiah, KJP dan KIP Plus. Menolak reklamasi dan lainnya.
Sementara beragam survei menempatkan Anies-Sandi harus bertarung tempat dengan Agus-Sylvi. Lantaran elektabilitas petahana Ahok-Djarot cukup kuat di masa pertama Pilgub DKI.
Lolos Putaran Pertama
Pemungutan suara Pilgub DKI digelar pada 15 Februrari 2017. Yang mula-mula ditunjukkan lewat quick count, akhirnya memilih pasangan Agus-Sylvi yang tersisih di putaran pertama. Angkanya bahkan tak menggembirakan hanya sekitar 17 persen.

Hasil itu membuat Anies-Sandi bertarung head to head melawan petahana Ahok-Djarot.

Dalam rekapitulasi resmi KPU DKI, Ahok-Djarot punya modal 2.364.577 suara (42,99 persen). Anies-Sandi mendapat 2.197.333 suara (39,95 persen).
Tapi tingginya elektabilitas pada putaran pertama, tak berarti Ahok-Djarot mudah mengalahkan Anies-Sandi. Prediksi survei justru sejak awal merilis bahwa petahana dalam putaran dua akan kalah.
Padahal Ahok-Djarot mendapat kekuatan tambahan di putaran dua dengan masuknya PPP dan PKB. Sementara Anies-Sandi hanya dapat dukungan baru dari PAN.
I.R, W001-P.s/Red. Suara independent.