Japung milik petani ikan di danau jatiluhur

Petani japung di waduk jatiluhur berharap agar tidak di gusur, karena japung sebagai sumber mata pencaharian warga sekitar.

Suaraindependent.id – Purwakarta. Berdasarkan instruksi Bupati Purwakarta  Dedi Mulyadi SH. “Penertiban  kolam ikan Jaring terapung  di Waduk Jatiluhur   ditargetkan 15.000 petak, yang akan diselesaikan pada  kurun waktu tahun ini. Dengan tujuan untuk mengurangi Pencemaran air waduk yang sudah melewati ambang  batas normal, sehingga  mengganggu penyedotan air bersih untuk Jakarta dan Purwakarta sendiri.

Adanya penertiban Jaring terapung tersebut,  para petani ikan sekitar Danau berharap japung milik warga lokal tidak ikut diseret, karena sudah  merupakan mata pencaharian warga yang sulit untuk beralih propesi. Walau  Pemkab menjanjikan warga purwakarta akan dicarikan pengganti matapencaharian lain, tapi tidak yakin.

Sejumlah Petani Japung yang  sempat ditemui  di  pinggir Danau  mengatakan. “Budidaya ikan di danau ini sudah  berlangsung dari sekitar tahun1996, dan sudah menjadi matapencaharian yang melekat bagi warga sekitar. Disaat  pencari pekerjaan dan usaha sulit, usaha  ikan Japung  inilah yang  dianggap cocok seuai  potensi  yang  ada.

Diungkapkan. Untuk alih propesi kayanya tidak mungkin, karena selain ngak ada potensi lain. Juga kami tidak memiliki keahlian apa-apa selain bertani ikan, walau Pemkab menjanjika pekerjaan. Paling yang dapat mereka yang memiliki  Izajah, bagi kami yang cuma lulusan SD dan SMP juga usia sudah senja. Mana mungkin diterima bekerja di perusahaan.

Baca juga : DESA BABAKAN SARI LAKSANAKAN PROGRAM BEDAH RUMAH

Warga memohon supaya penertiban Japung adalah bagi mereka warga luar Purwakarta.

Yang meiliki japung hingga 50 petak lebih, sedang warga sekitar hanya memiliki 4 sampai6 petak saja. Itupun modalnya bagi kami dinilai cukup besar, yakni sekitar Rp 15 juta /petak. Belum modal benih dan pakan, jadi kalau ditertibkan harus ada ganti rugi. Ucapnya.

Jumlah japung di Waduk Jatiluhur ada sekitar 24.000 petak. Semua sudah memilik SIUP dari Pemkab dan Sewa kepada PJT II Jatiluhur selama 3 tahun. Kalau tidak ada izin, mana mungkin kami berani pasang apjung di danau, ucapnya.

Pencemaran air waduk selama musim  enghujan ini tidak terlalu  parah. Karena digelontorkan melalui turbin dan air waduk terisi kembali, dari waduk Cirata dan dari beberapa anak sungai yang bermuara ke Danau.

 

Perdi.S./Hidayat/Red. Suara Independent.