Lapad Nabi Muhammad-| sumber google images

Lapad Nabi Muhammad-| sumber google images

Sejarah telah mengingat sejumlah kejadian kesuksesan yang sudah didapatkan oleh Nabi Muhammad. Saat sebuah kesuksesan itu didapatkan

Sejarah telah mengingat sejumlah kejadian kesuksesan yang sudah didapatkan oleh Nabi Muhammad. Saat sebuah kesuksesan itu didapatkan, sikap yang beliau tampilkan adalah seorang yang amat luhur dan juga berakhlak mulia. Beliau tak loncat-loncat kegirangan atau pula menjadi lupa diri bahwa kemenangan itu cuma salah satu sisi kehidupan karena masih terdapat sisi lain sebagaimana uang logam. Dalam hal ini, terdapat juga kebalikannya, yaitu kegagalan dan kekalahan.

Pada perjumpaan kali ini hanya akan dikisahkan 2 kemenangan yang dihadapi oleh Muhammad saw., yakni kemenangan atas Da’tsur, seorang kesatria Quraisy serta kemenangan umat Islam ketika Fathu Makkah. Kesatu, kemenangan atas Da’tsur, seorang kesatria dari pasukan Quraisy Mekah. Disuatu waktu dari cerita Rasul, Nabi tengah terlelap dibawah pohon rindang berdasarkan ukuran negeri nabi tinggal kala itu. Dalam kondisi tertidur lelap, Da’tsur mendatanginya. Waktu Nabi bangun, Da’tsur dengan pedang terhunus lantas menyampaikan kalau siapa yang menghalangiku untuk menghilangkan nyawamu. Nabi dengan penuh kepercayaan menyebutkan kalau Allah merupakan pelindung kami serta pencegah pada kemauanmu yang ingin mengilangkan nyawaku. Dengan serta merta, tangan Da’tsur gemetar serta tak dapat menahan ayunan pedangnya. Terlebih kerapkali dijelaskan kalau pedangnya jatuh serta Da’tsur tak berdaya samasekali.

Sesudah terjatuh, pedang lalu di ambil alih oleh Nabi. Kondisi jadi berbalik serta Nabi balik meneror Da’tsur dengan pedang terhunus dibarengi pertanyaan yang sama, siapakah yang dapat menghambat diriku dari pedang terhunus ini. Dengan penuh ketakutan, Da’tsur menjawab dengan penuh kepasrahan kalau cuma kamu yang dapat menyelamatkan kami. Kami tak miliki pembela siapa-siapa, terkecuali diri andalah.

Nabi muhammad

Nabi lalu menyebutkan kalau engkau selamat. Saya akan tidak pernah melaksanakan tindak kekejaman, terlebih hingga membunuhmu. Muhammad merupakan sosok yang selalu mengemban misi dakwah, mengfungsikan tiap-tiap peluang, baik kecil apalagi besar bagaikan yang terjadi diantara dia dengan Da’tsur. Nabi senantiasa tampak sebagai seorang yang mulia serta lembut dan penuh kasih sayang.

Kedua, berlangsung saat beliau mengalahkan kota Mekah dari tangan penguasa Quraisy. Ketika itu, kota kelahirannya di pimpin oleh Abu Sufyan, seseorang dari keturunan Banu Umaiah, rival paling utama keluarganya, Banu Hasyim. Nabi sukses menundukkan kota Mekah dengan tidak menemukan perlawanan yang berarti dari penguasa setempat.

Kekalahan

Ketika kekalahan itu, warga serta penguasa Mekah tengah menunggu aksi apa kiranya yang bakal dikerjakan oleh Muhammad. Mereka teringat pada kebengisan serta perlakuan kasar padanya, bahkan juga memaksanya mesti pindah ke Madinah. Warga Mekah serta penguasanya telah siap-siap menerima tindak pembalasan apapun setimpal dengan kekejaman yang sempat dikerjakannya kepada diri Nabi.

Akan tetapi apa yang berlangsung, bayangan yang menakutkan serta telah terbayang dihadapan mereka sungguh diluar perkiraan mereka. Nabi malahan memberi pada mereka satu jaminan keselamatan. Nabi keluarkan komando yang begitu populer : Untuk yang ingin selamat, silahkan masuk mesjid Mekah. Sesudah sesak serta ada banyak yg tidak tertampung, Nabi lantas meminta masuk tempat tinggal Abu Sufyan (Kepala pemerintahan Quraisy). Masihlah belum muat, Nabi pada akhirnya menyerukan kalau yang ingin selamat silahkan masuk tempat tinggal masing-masing. Alangkah mulia serta damai hati sang pemimpin agung ini. Kekejaman serta penganiayaan dibalas dengan kecintaan serta kasih sayang. Beliau merupakan seorang yang berhati lembut.

Tingkah laku umat Nabi Muhammad

Bagaimana dengan tingkah laku umatnya di saat alami kemenangan. Mengamalkan apa yang dipraktikkan oleh Nabi bukan hal gampang. Terlebih banyak diantara mereka yang malah makin jadi besar kemarahan serta keangkuhan lewat kemenangannya. Umatnya melihat penantang serta pesaingnya sebagai musuh yang memanglah mesti ditaklukkan, bila butuh dihancurleburkan. Lantaran dilihat sebagai musuh, maka ia dilihat seandainya tak dibunuh, maka ia bakal membunuhnya. Ia berupaya menghancurkan musuhnya sebagai suatu aksi keselamatannya ke depan, sekurang-kurangnya dilumpuhkan kekuatannya.

Apa yang kerap berlangsung pada diri umat Muhammad sangatlah tak searah dengan praktek Nabi tersebut . Soalnya, sejak awal Nabi tak pernah melihat penantang serta pesaingnya sebagai musuh, namun sebagai kawan yang belum berada dalam habitatnya. Mereka yang belum ada di lingkungan Nabi tetap masih dilihat sebagai kawan yang belum mempunyai kesempurnaan kesadaran, pengetahuannya masihlah kurang, apa yang diyakininya masihlah perlu dukungan.

Model kemenangan

Model kemenangan Nabi yang diliputi pertemanan serta persaudaraan ini memanglah sangat diperlukan dalam perjalanan kehidupan pribadi atau kolektif. Sikap damai serta kasih, sunyi dari benci serta dendam Nabi ini tak pernah memperpanjang perseteruan, namun selekasnya memecah persaingan menjadi perdamaian serta rekonsiliasi. Pihak yang kalah selekasnya bisa melupakan kekalahannya lantaran segera dengan enteng mengidentifikasi serta meleburkan dirinya sendiri dalam kelompok Nabi, sang pemenang. Rekonsiliasi tak membutuhkan tenggang waktu yang lama hingga tak dibutuhkan lagi pembentukan tim kerja atau panitia khusus. Rekonsiliasi bersifat segera hingga tak ada saat yang terbuang sia-sia untuk ritual serta upacara rekonsiliasi.

Pada waktu ini, umatnya banyak yang tengah nikmati kemenangan serta kekalahan. Fitnah, berita hoax, dan segala macam cara bahkan dipakai sebelumnya untuk bisa menang. Pada akhirnya kita mesti bertanya, apakah kita pengikut Nabi?, Umat Islam?, Bangsa yang beradab?, atau setidaknya cara yang dilakukan itu adalah demi persatuan? atau memecah belahnya. Keteladanan pada Nabi Muhammad saw tetap harus relevan buat diamalkan oleh umatnya sampai saat ini sebab beliau meskipun keluar sebagai pemenang tetaplah berakhlak mulia serta berhati mulia hingga tak ada dendam dari diri serta untuk yang dikalahkannya.