Suaraindependent.id – Serangan kimia berupa gas sarin di kota Khan Sheikhun. Suriah telah menewaskan 86 orang, mengerikannya lagi 30 korban di antaranya adalah anak-anak. Sementara sekitar 400 orang luka-luka dan lainnya mengalami gangguan pernapasan dan gejala keracunan seperti muntah, pingsan dan berbusa di mulut.

Dalam pernyataannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kemungkinan besar senjata kimia sejenis itu digunakan dalam serangan di Idlib. Karena para korbannya tidak menderita luka eksternal dan beberapa tewas dengan berbagai gejala serupa termasuk gangguan pernapasan akut, sarin mampu membunuh manusia secara perlahan.

Baca juga : Dampak Dari Seringnya Memakai Earphon

“Beberapa kasus menunjukkan pertanda tambahan yang konsisten dengan paparan kimia organophosphorus, kategori zat kimia yang termasuk gas saraf,” demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir Reuters, Rabu (5/4/2017).

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights (Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia) mengatakan bahwa serangan ini diyakini telah dilakukan oleh jet tentara Suriah. Dan menyebabkan banyak orang mendadak tersedak, bahkan beberapa korban mengeluarkan busa dari mulut mereka. Rata-rata yang mengalami gejala ini adalah anak-anak di bawah usia delapan tahun.

Sejarah Awal Pembuatan.

Sarin adalah gas saraf dan senyawa organophosphorus. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sarin dikenal dengan GB. Cairan ini tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan mampu menyebar dengan cepat.

Gas ini pertama kali diproduksi oleh Gerhard Schrader dan tim pada 1938 di Jerman. Nama Sarin merupakan akronim dari 4 ilmuwan yang mengembangkannya yakni Gerard Schrader, Otto Ambros, Gerhard Ritter dan Hans-Jurgen von der Linde.

Adolf Hitler sebenarnya pernah tertarik menggunakan sarin untuk Perang Dunia 2. Namun tidak pernah dilakukan. Gas saraf ini pernah digunakan dalam dua serangan teroris di Jepang pada 1994 dan 1995.

Bagaimana Cara Kerja dan Penyebaran.

Sarin adalah gas saraf yang dapat menyebar dengan cepat ke lingkungan. Uap gas ini sebenarnya tidak berlangsung lama tapi jika terhirup dapat mematikan.
Jika terkontaminasi dengan makanan atau air, akibatnya bisa fatal. Efek dari sarin dapat menyerang dengan cepat. Tapi hal itu tergantung dari jumlah sarin yang ada di udara, kondisi orang yang terkena serta lamanya waktu paparan.

Gejala akibat gas itu dapat terlihat beberapa detik. Saat sarin dilepas ke udara, orang dapat terkena melalui kontak mata maupun kulit. Mereka juga dapat terkena dengan menghirup udara yang mengandung sarin.

Seperti Apa Gejalanya Jika Terkena.

Seseorang tidak mengetahui dirinya terkena gas beracun ini sebab sifatnya yang tidak memiliki bau. Sulit juga mengetahui apakah seseorang terkontaminasi dengan sari, gejala jika seseorang terkena sarin, baik dari udara. Kontaminasi melalui air, makanan atau pakaian dapat terjadi dalam hitungan detik. Berikut ini gejala yang akan dirasakan jika terpapar sarin dalam dosis kecil :
– Mata berair
– Ingusan
– Sakit mata
– Penglihatan kabur
– Air liur dan keringat berlebihan
– Batuk
– Dada terasa sesak
– Diare
– Mual, muntah atau nyeri perut
– Kebingungan
– Lemah
– Sakit kepala
– Denyut jantung lebih cepat atau lebih lambat

Bahkan, setetes pada kulit dapat menyebabkan keringat berlebih dan otot yang berkedut cepat. Apabila terkena gas dalam dosis besar, gejala yang akan dirasakan yakni :

– Hilang kesadaran
– Kejang
– Kelumpuhan
– Gagal nafas yang menyebabkan kematian

Jika seseorang terkena. Korban harus dengan secepat mungkin diberi perawatan medis di rumah sakit. Obat-obatan untuk menangkal gas perlu diberikan setelah terpapar gas beracun tersebut.

 

 

Perdy.S./Red. Suara Independent.