Instagram juga mempunyai akun keduanya yang sering juga di sebut sebagai Finstagram dan sekaligus akun yang bisa membuka topeng kepalsuan seseorang

Suara Independent. Wah, akun keduanya (Finstagram) juga harus dikasih tahu nih, Kak?” tanya Alyani Nurul Iffah (18) Saat ditanya tentang nama akun Finstagram yang dia punya. Sekalipun akunnya digembok, dia tetap berusaha menjaganya sebagai rahasia.

Berbeda responsnya kalau bicara akun asli miliknya, @alyanialyaa yang punya 969 pengikut. Sebanyak 54 foto dan video yang dia unggah terkonsep dengan sedemikian rupa dalam feed akunnya.

Setiap tiga kiriman foto atau video dalam satu baris feed Instagram coba dia susun dengan tema tertentu. Foto hitam putih yang dia kirim mesti diikuti dengan dua foto hitam putih selanjutnya.

Kalau sudah mengirim foto dengan bingkai warna-warni, dua foto berikutnya juga mesti begitu. Tiga kiriman foto terbarunya bertema seperti ini: Berpose dengan seragam batik bersama teman-teman di lapangan sekolah.

Konsep yang tersengaja guna menghadirkan feed enak dipandang dan pastinya tidak berantakan, sehingga memunculkan citra diri yang diharapkan. Untuk urusan foto atau video asal yang tidak terlalu dia pikirkan matang-matang.

Alya punya tempatnya tersendiri, yaitu di akun Finstagram. Finstagram bukan media sosial terkini nan hype yang bisa diunduh di PlayStore atau AppStore, melainkan akun Instagram kedua berisi konten yang tidak cocok dikirim ke akun asli.

Biasanya berupa foto-foto kurang atraktif, cerita-cerita harian sulitnya kehidupan remaja, curahan hati asmara, swafoto dengan wajah tidak terkontrol, screen capture obrolan di grup, gosip orang lain, lelucon internal, foto aib teman, dan beragam hal konyol serupa.

Akun finstagram bersipat rahasia

Makanya, akun Finstagram seseorang bersifat rahasia, digembok, dan hanya teman terdekat yang bisa mengikutinya. Di Finstagram, mereka bebas mengekspresikan diri tanpa perlu pikir panjang apakah foto mereka akan mendapat jumlah like dan komentar pujian orang lain yang diharapkan.

Mereka tidak perlu was-was apakah kiriman tersebut sudah sesuai standar yang coba mereka jangkau atau belum. Juga tidak perlu memikirkan apakah kirimannya bisa merusak feed kelipatan tiga yang mereka konsep.

Untuk jumlah pengikut, mereka tidak ambil pusing karena kontennya sangat personal. Khusus teman dekat dengan kriteria tertentu saja yang boleh melihat laman Finstagram, bukan orang tua, guru, dan teman yang kurang akrab.

Alya membuat akun Finstagram sejak  SMP, sebelum fenomena Finstagram ini mulai ramai dibahas sekitar akhir 2015. Kala itu pihak sekolahnya sangat protektif dengan kiriman siswanya di media sosial. Makanya, dia dan teman-temannya membuat akun kedua yang tidak diketahui pihak sekolah.

Jadi mereka mikir, ‘Orang tua gue juga biasa aja, kenapa sekolah ribet banget?’  Kita melampiaskannya di situ (akun kedua). Jadi kita tetap kelihatan baik di social media karena sudah diketahui guru-guru,” tuturnya.

 

Catatan!!!

Di internet, orang-orang punya kecenderungan menjadi anonim karena dengan menyembunyikan identitasnya, seseorang bisa menjadi siapa saja dan melakukan apa saja.

Hanya yang harus diingat, tidak ada yang sepenuhnya bisa menjaga privasi di dunia maya. Oleh sebab itu, kiriman pada Finstagram pun harus bisa dipertanggungjawabkan.

Demikianlah artikel tentang akun kedua dari instagram ini, semoga bisa menambah pengetahuan kita semua. Nantikanlah artikel-artikel selanjutnya.

 

Baca juga: Begini Cara Membangun Personal Branding di FB (Facebook) dan Media Sosial Lainnya

 

Seni.N./Red. Suara Independent.