3 fokus utama rencana 100 hari pertama Anis baswedan dan Sandiaga Uno setelah menjabat sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta

 

Suara Independent- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI Jakarta. Usai dilantik pada bulan Oktober mendatang, pasangan ini telah memiliki program 100 hari kerja yang akan mereka realisasikan.

Program 100 hari  kerja Anies-Sandi, akan berfokus kepada 3 hal. Yang pertama adalah melakukan rekonsiliasi berbagai golongan warga DKI Jakarta untuk memastikan lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang kondusif.

Beberapa hal yang akan mereka lakukan adalah dengan bersilaturahmi dengan seluruh mantan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, tokoh-tokoh penting dan pimpinan parpol. Mereka juga akan membentuk forum gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, sebagai wadah komunikasi.

Fokus Pertama

Pasangan ini juga akan menghidupkan kembali forum kerukunan umat beragama, menjadikan Balai Kota sebagai rumah rembug warga, dengan mengadakan kegiatan bertajuk ‘Gubernur atau Wakil Gubernur.

Mereka memastikan akan memulai pertemuan kota per-kecamatan sejak minggu pertama menjabat. Pertemuan pertama akan dilakukan bersama warga Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Fokus kedua

Memenuhi program kerja prioritas Anies-Sandi di 3 bidang. Bidang pertama adalah membentuk dan meresmikan 44 pusat kewirausahaan dan meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan mendistribusikannya pada anak putus sekolah.

Di kesempatan yang sama mereka juga akan meluncurkan Kartu Pangan Jakarta, Program hunian DP nol dengan membentuk unit khusus yang mengelola isu perumahan di Jakarta, dan meluncurkan program OK Trip dan OK O-Care.

Fokus ketiga

Dengan mengkonsolidasikan birokrasi pemerintah provinsi DKI Jakarta, dengan cara membangun komunikasi di semua tingkat birokrasi Pemda di Jakarta sambil menciptakan iklim kerja birokrasi yang sehat, manusiawi dan produktif.

Bersama seluruh jajaran di Pemda, pasangan Anis-Sandi akan mempersiapkan Rancangan Revisi APBD-Perubahan 2018 DKI Jakarta dan rancangan RPJMD 2017 sampai 2022.

Untuk diajukan dalam masa sidang DPRD Provinsi DKI Jakarta di tahun 2018. Dengan sasaran revisi adalah memasukan program utama Anies-Sandi ke dalam APBD 2018, mereka juga akan memulai sinergi birokrasi dan pemerintahan provinsi dengan berbagai elemen.

Mulai mengimplementasikan open goverment dengan pengelolaan sumber pembiayaan anggaran secara transparan, serta menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang diperlukan sebagai landasan implementasi program prioritas, termasuk mengkonsolidasikan transportasi konvensional dengan transportasi online.

 

Baca juga: Selamat Datang Gubernur Baru, Anies Baswedan

 

 

Irfan.P./Red. Suara Independent