Burung-burung dan juga hewan-hewan lainnya yang ada di dunia atau di sekitar kita, memberi petunjuk pada kita umat manusia dengan caranya masing-masing

Suara Independent. Burung-burung memberikan banyak tanda pada manusia. Mereka menjadi sahabat dan penyelamat manusia tak hanya dalam hal bencana alam skala besar, tapi juga mengenai hal-hal kecil dalam kehidupan.

Saya memperhatikan kehadiran burung dan siulan mereka dalam keseharian saya. Menyadari bahwa burung-burung adalah penyelamat jiwa manusia dan pemberi petunjuk banyak hal, maka sebaiknya kita tak berburu dan membunuh burung. Kehadiran mereka di alam, termasuk di lingkungan tempat kita di perkotaan, menjadi alarm terbaik bagi kita.

  • Tragedi Bintaro

Tanda-tanda dari para burung :19 Oktober 1987 tragedi Bintaro. Kecelakaan tragis antara dua kereta berlokasi di Bintaro. Tabrakan dua kereta ini menewaskan 130an orang. Sepupu saya berada di salah satu kereta tersebut. Ia selamat tanpa terluka sedikitpun.

Dan sebuah kenangan yang tak akan ia lupakan. Sebelum kecelakaan, sepupu saya berada di gerbong ketiga sebelum gerbong terakhir kereta. Keretannya meluncur dari Tanah Abang menuju Bintaro. Saat itu ia agak mengantuk. Tiba-tiba ia mendengar orang-orang berteriak, “Hai-hai, lihat! Burung bagus…cantik sekali”.

Semua penumpang di gerbong menatap seekor burung cantik berwarna-warni yang entah dari mana ia datang. Burung cantik itu berkeliaran di dalam gerbong. Dan terbang ke gerbong berikutnya. Entah bagaimana banyak sekali penumpang terpana melihat cantiknya burung itu.

Dan tak sadar mereka semua sudah sampai gerbong paling belakang. Barulah para penumpang dikagetkan oleh bunyi tabrakan kereta dan goncangan besar. Sepupu saya dan para penumpang lainnya di gerbong tersebut berusaha keluar dari kereta. Sepupu saya bersyukur, bila ia dan penumpang lainnya tidak mengikuti burung cantik itu, maka mereka bisa saja jadi korban.

  • Tragedi waduk situ Gintung

Tiga belas tahun kemudian, dalam sebuah kegiatan, saya berkenalan dengan seseorang baik. Usianya jauh di atas saya. Karena kami akrab maka saya menganggapnya sebagai paman saya sendiri. Entah bagaimana, tiba-tiba dalam sebuah percakapan antara saya dan paman baru saya ini, ia bercerita pernah diselamatkan oleh seekor burung.

Saya bertanya, di mana dan kapan terjadinya. Ternyata, paman saya ini merupakan salah satu penumpang yang selamat dari tragedi Bintaro, karena mengikuti seekor burung cantik. Paman baru saya dan sepupu saya berada di gerbong yang sama.

27 Maret 2009 bencana runtuhnya waduk Situ Gintung di Tangerang, Banten. Situ Gintung merupakan waduk buatan sebagai penampungan air hujan dan pengairan sawah. Dibangun tahun 1932-1933, dengan luas 31 hektare.

Sejak 1970an, fungsi waduk berkembang menjadi tempat wisata alam dengan dibangunnya restoran, kolam renang dan tempat outbond. Lokasi tempat tinggal saya sangat jauh dari Situ Gintung.

Saya tinggal di Jakarta Timur. Seminggu sebelum bencana, seekor burung selalu muncul di malam hari dan bersiul-siul di area perumahan kami. Ia muncul terus di malam atau tengah malam selama satu minggu.

Saya dan keluarga sangat heran. Berita apa lagi yang di bawa si burung pada kami. Salah satu tetangga kami juga menyadari kehadiran si burung, namun kami semua hanya menunggu akan terjadinya sesuatu. Kami mulai mengawasi berita di TV dan radio.

Seminggu Kemudian

Pagi harinya sebelum kerja, berita mengejutkan muncul. Waduk Situ Gintung pukul 4 pagi runtuh dan melahap wilayah sekitarnya. Korban tewas sedikitnya 99 orang. Air waduk sebanyak 2,1 juta meter kubik jebol dari dinding waduk dan melibas apapun di bawahnya termasuk perumahan, pabrik makanan, sekolah dan bangunan-bangunan lain.

Tak ada yang mengira waduk yang dikira kokoh, ternyata bisa jebol dan memakan banyak korban. Sejak itu, sepertinya pemerintah berusaha mengecek dan membenahi waduk-waduk lainnya agar bencana seperti ini tak terulang lagi.

Kebanyakan dari kita berpikir bagaimana mengetahui petunjuk hewan-hewan ini. Sedangkan kita tidak mengerti bahasa mereka. Demikianlah artikel dari saya tentang burung-burung yang memberi tanda akan terjadinya bencana dasyat. Nantikanlah artikel-artikel selanjutnya.

 

Baca juga: Bencana Longsor Jln.Raya Karangnunggal Kab. Tasikmalaya

 

Seni.N./Red. Suara Independent.