Lalat tsetse-| Sumber Google Images

Lalat tsetse-| Sumber Google Images

Serangga yang sangatlah berbahaya terhadap manusia ataupun hewan ternak, sperti kuda, sapi, kerbau, ataupun hewan ternak lainnya

Suara Independent. Lalat tsetse adalah lalat yang berasal dari Afrika yang dikenal sebagai penyebar penyakit. Lalat ini membawa trypanosomes, yakni parasit hewan yang menyebabkan penyakit tidur pada manusia yang bisa berakibat fatal, serta , nagana, penyakit mematikan terhadap ternak dan kuda.

Ada lebih dari 20 spesies lalat tsetse yang hidup di dunia, beberapa darinya menyerang manusia. Lalat tsetse menyerupai lalat rumahan. Tetapi mereka mempunyai  tubuh lebih besar dan sayapnya terlipat rata diatas punggungnya sehingga tidak tampak menonjol seperti sayap lalat rumahan pada umumnya.

Probosis panjang lalat tsetse bisa menembus tubuh inangnya. Kebanyakan lalat tsetse menghisap darah dari mamalia atau ternak, tetapi beberapa jenis lainnya mengambil darah dari reptil dan burung.

Saat lalat tsetse menghisap darah, mereka bisa menginfeksikan inangnya kepada si korbannya. Seekor lalat tsetse mentransmisikan baik, nagana, maupun penyakit tidur dengan menggigit manusia atau hewan yang terinfeksi, mengambil parasitnya, dan menginfeksi inang berikutnya.

Lalat Tsetse

Lalat tsetse biasanya tidak dapat menginfeksi pada manusia sampai parasit telah tinggal di tubuhnya selama beberapa hari dan telah melewati lambung ke kelenjar ludahnya. Kemudian lalat ini akan menularkan parasit tersebut kepada siapapun yang digigitnya. Parasit yang menginfeksi hewan berkembang di probosis atau di dalam perut lalat tsetse.

Lalat tsetse berkembang biak secara perlahan. Lalat betina hanya menghasilkan satu telur pada satu waktu. Larva yang menetas dari telur dipelihara selama masa pertumbuhan di dalam tubuh induknya.

Ketika larva sudah tumbuh sempurna, larva itu akan disimpan di tanah. Kemudian larva akan menggali liang di dalam tanah sebelum berubah menjadi pupa. Lalat tsetse menggigit manusia dan hewan pada siang hari.

Mereka hidup di tepian danau dan sungai, sehingga membuat banyak tempat di Afrika tak layak huni. Di beberapa daerah, semprotan insektisida dan pembersihan vegetasi bisa mengontrol perkembangan populasi lalat tsetse.

Program pengendalian lainnya menggunakan perangkap khusus. Obat untuk melindungi ternak dari (nagana)  juga digunakan. Sayangnya, kerusuhan politik di Afrika telah menghambat upaya pengendalian lalat tsetse yang sangat berbahaya itu.

Demikianlah artikel dari kami tentang pembahasan bahaya dari serangga kecil yang bernama lalat tsetse tersebut, semoga bermanfaat untuk anda khususnya untuk kita semua. Nantikanlah artikel-artikel selanjutnya.

Baca juga: Ternyata Tutut Sawah Juga Berhasiat Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Senie/Red. Suara Independent.