lima remaja-| sumber google images

lima remaja-| sumber google images

Perlakuan tak pantas ke lima remaja di Jepara, Jawa Tengah, ini sungguh sangat menghina kan agama islam dan menyinggung umat agama islam di seluruh dunia

Tasikmalaya Suara Independent. Usai menggemparkan dunia maya, ke lima remaja yang berpose Gerakan Solat tak pantas itu merepotkan keluarga nya sendiri. Berdasarkan penelusuran kami, mereka yang terekam dalam foto yang tersebar di akun media sosial Facebook ini merupakan warga Jepara, Jawa Tengah.

Dalam postingan foto tersebut, salah seorang remaja yang bertindak sebagai imam sengaja berdiri di atas dua motor dengan hanya mengenakan celana pendek dan telanjang dada. Sementara, empat rekannya mengikuti gerakan dengan berpakaian yang lengkap.

Atas aksi tak terpuji ke lima remaja itu, mereka kini menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Jepara. Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin, dihubungi melalui telepon, mengungkapkan, pasca-tersebarnya foto gerakan solat tak pantas itu, jajaran kepolisian langsung mengusut identitas ke lima para pelaku.

“Dari pencarian, kita temukan enam remaja tanggung yang ada di dalam foto. Keenamnya kita dapati di rumahnya masing-masing, ucap Kapolres didampingi Kasat Reskri AKP Suwasono.

Baca juga: Ketika Muhammad Sang Nabi Keluar Sebagai Pemenang

Enam remaja

Keenam remaja yang diamankan polisi itu merupakan teman satu sekolah yang sedang main di Pantai Kartini, Jepara. “Mereka masing-masing Km (15), Maa (16), Mj (15), Msl (15), Rk (16) dan Dc (16). Yang bertindak sebagai imam sekaligus orang yang mem-posting adalah KM,” ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan, aksi itu dilakukan hanya untuk sekedar mencari sensasi di akun media sosial Facebook. Mereka juga mengaku tidak berniat melecehkan agama islam.

“Pemotretan dilakukan sepekan lalu dan mulai ramai kemarin (Senin). Kami Terus melakukan pencarian ke lima remaja yang ada di postingan foto tersebut dan semalam, ke lima remaja yang ada di dalam foto tersebut di mintai keterangan guna untuk penyidikan. Pihak kepolisian pun turut undang orangtua atau wali ke lima remaja tersebut dan bersama kita apelkan,” tutur Kapolres.

Setelah dimintai keterangan, polisi langsung mengembalikan keenam remaja tersebut ke orangtua. Meski begitu, polisi masih akan merumuskan tindakan selanjutnya dengan melihat perkembangan yang ada.

Demikianlah artikel yang kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda khususnya untuk kita semua. Nantikanlah artikel-artikel selanjutnya.

Artikel ini kami kutip dan kami kembangkan dari berbagai sumber.

 

Baca juga:Pemasangan sampul Al-qur’an pada spakbor sepeda motor

 

Erry./Red. Suara Independent.