Tasikmalaya menangkap komplotan penculik seorang anak perempuan asal Kabupaten Karawang, Jabar. Bocah berusia delapan tahun ini diculik para pelaku saat menuju ke sekolah, Penangkapan ketiga pelaku ini terdiri dua pria, AG (42) dan Ab(34), serta satu perempuan, NA(41), berlangsung di Kampung Leuwidahu Keler, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jabar, Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. “Setelah penyelidikan sejak kemarin  yang berdasarkan informasi awal dari Polres Karawang, personel Polresta Tasikmalaya langsung bergerak dan berhasil menyergap ketiga pelaku,” ucap Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus via telepon.

Yusri menjelaskan, aksi penculikan seorang bocah perempuan ini terjadi di wilayah Karawang. Korban berstatus pelajar itu tiba-tiba dicegat salah satu pelaku. Modus operasinya menculik anak sewaktu perjalanan ke sekolah.
Korban dibawa masuk ke dalam satu unit mobil yang sudah dipersiapkan para penculik. Setelah itu, pelaku berburu-buru kabur meninggalkan lokasi TKP agar aksinya tidak ketahuan oleh warga sekitar.

Orang tua korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Karawang guna untuk penyidikan. Polisi mencari petunjuk dengan mendengar keterangan sejumlah saksi dan menggali informasi yang berkaitan dengan ciri-ciri ketiga pelaku yang di duga penculik anak tersebut.

Adanya peristiwa penculikan anak yang baru-baru ini sudah banyak terjadi, sungguh sangat meresahkan para orang tua yang mempunyai anak kecil, Polres Karawang menyebar informasi ke seluruh Polres di wilayah hukum Polda Jabar. Setelah informasi disebarkan, Yusri menyebutkan,  jejak pelaku terlacak di kampung Parakannyasag, Indihiang Tasikmalaya.

Kapolsek Indihiang Resort Kota Tasikmalaya memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan menyebarkan informasi ke seluruh Babinkamtibmas. Ternyata personel Babinkamtibmas mendapatkan informasi ciri-ciri ketiga pelaku berada di wilayah Parakannyasag,” tutur Yusri.

Sejumlah personel Polsek Indihang sigap berangkat mengecek ke tempat keberadaan orang yang dicurigai pelaku penculikan tersebut. Benar saja, sambung Yusri, di lokasi itu terlihat seorang anak yang menjadi korban penculikan. Ketiga pelaku tersebut tak berkutik saat polisi meringkusnya.

Mereka mengakui perbuatannya. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya berupa enam unit telepon genggam, tujuh kartu ATM, seragam pramuka, tas dan buku tulis milik korban.

Motif yang diduga menjadi latar belakang komplotan ini melakukan penculikan. karena berdasarkan keterangan kepada polisi, pelaku sempat menelepon orang tua korban untuk meminta tebusan sejumlah uang.
“Pelaku meminta uang tebusan kepada orang tua korban sebesar Rp100 juta.

Bahkan pelaku ini juga mengaku tidak segan-segan untuk melukai sampai mengakhiri nyawa si korban, jika orang tua si korban tidak sanggup atau tidak mampu menuruti kemauan sipelaku tersebut.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut, para pelaku tersebut punya peran masing-masih sewaktu melakoni aksinya. “AG yang menculik korban. Sedangkan AS dan NA,  berperan menunggu di dalam mobil. Pengakuan mereka mobil yang di pakai untuk menjalankan aksinya tersebut, ternyata mobil  rentalan, dari perentalan mobil di daerah Karawang.
Untuk mencegah terjadinya kasus-kasus penculikan yang bisa terjadi kapan saja, maka kita selaku orang tua jangan biarkan anak yang kita sayangi bermain sendiri tanpa ada pengawasan dari kita selaku orang tua, karena kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja  kita berada.

Guna proses hukum lebih lanjut, sambung Yusri, Polresta Tasikmalaya akan menyerahkan ketiga pelaku ke Polres Karawang. Dikarenakan tempat kejadian penculikan tersebut terjadi di daerah Karawang, maka penyidikannya diserahkan ke  Polres Karawang,ujar Yusri.’’Pungkasnya’’.

I.P/Red. Suara Independent.