Pengerian Tajrid. (Kasab) atau orang – orang yang berusaha, atau sifat – sifat lain seperti (Halus) keinginanmu itu termasuk syahwat hawa napsu yang samar.

Suaraindependent.id – Keinginan untuk tajrid (melulu beribadah, tanpa berusaha dunia), padahal Allah masih menempatkan engkau pada golongan orang – orang yang harus berusaha (kasab) untuk mendapatkan kebutuhanmu sehari – hari, maka keinginanmu itu termasuk syahwat hawa napsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginanmu untuk berusaha kasab, padahal Allah telah menempatkan dirimu pada golongan orang yang melulu beribadah tanpa kasab. maka keinginan yang demikian berarti menurun dari semangat dan tingkat yang ringgi.

Sebab kewajiban seorang hamba, menyerah kepada apa yang dipilih oleh majikannya. lebih – lebih apabila majikan itu Tuhan Allah yang mengetahui benar – benar apa yang menguntungkan baginya dan yang menyusahkannya. Dan tanda bahwa Allah menempatkan dirimu dalam golongan orang yang harus berusaha kasab, apabila terasa ringan bagimu, sehingga tidak menyebabkan tertinggalnya sesuatu kewajiban dalam agamamu, juga menyebabkan kau tidak tamak (rakus) terhadap hak orang lain.

Baca juga : Warga Desa Hegarmanah Mengharapkan Perbaikan Saluran Air

Dan tanda bahwa Allah telah mendudukan dirimu dalam golongan hamba yang tidak berusaha kasab, Apabila Allah memudahkan bagimu kebutuhan hidup dari jalan yang tidak tersangka, kemudian jiwamu tetap tenang ketika terjadi kekurangan karen tetap ingat dan bersandar kepada Allah dan tidak berubah dalam menunaikan kewajiban – kewajiban.

Syaithan sebagai musuh manusia, tidak suka bila melihat manusia itu tenang maka ia datang membisikan kepada manusia supaya tidak puas terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya, dan selalu membayangkan kepadanya kesenangan, kemewahan, ketenangan orang lain untuk membangkitkan sifat tamak (rakus), iri hati terhadap apa yang bukan bagiannya, sehingga apabila ia telah melepaskan apa yang telah tenang, tentram itu untuk menurutkan sifat tamak rakusnya gagal amal perbuatannya dan kecewa. Firman Allah yang menunjukan bagaimana tipu daya syaithan terhadap bapak Adam dan Hawa as Q.S Al A’raf 20. Berkata syaithan : Tuhan tidak melarang kamu mendekati pohon ini melainkan supaya kamu tidak dapat mencapai kedudukan Malaikat atau tidak dapat kekal dalam surga. Demikanlah artikel yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.