Merah putih |-sumber google

Merah putih |-sumber google

Mengenal Arti Merah Putih Sebagai Lambang Negara RI,- Asal mulanya lahir SANG UTUSAN ALAM SEMESTA mulai dari Alam Gaib Sebelum Alam Gaib

Mengenal Arti Merah Putih Sebagai Lambang Negara RI,- Asal mulanya lahir SANG UTUSAN ALAM SEMESTA mulai dari Alam Gaib Sebelum Alam Gaib dimana yang ada tercipta baru “NUR MUHAMMAD”, melaju membahas Alam Gaib Sesudah Gaib dimana Adam sudah tercipta namun belum turun ke dunia. (Kitab Gaib Sebelum Gaib dan Gaib Sesudah Gaib karya Syeikh Abu Bakar Al Baghdadi).

Saat membahas BUMI MATARAM atau INDUNGSIA/INDONESIA atau NUSANTARA, bumi dari warisan Ibu / Ambu (India) Hawa ( dan Bapak Adam Sang Khalifah AWAL di muka bumi sehingga selanjutnya disebut PRABUSEPUH  NINI – AKI TERONG PEOT – nini aki anu disepuhkeun).

ADAM sebagai khalifah AWAL, memiliki beberapa nama : ABDURRAHMAN – perwujudan Rahman-NYA di dunia, sehingga para orang tua kita selalu menyebutkan dalam silsilah tawassul nama Abdurrahman dan Abdurrahim (Muhammad Rasul Akhir yang memegang otoritas syafa’at).

MUHAMMAD AWAL : sebab dari Nur Muhammad yang pertama turun di dunia. PRABU SEPUH: sebab Bapak dari Umat Manusia, Bapak Raja-raja Khalifah dipercaya Prabu Sepuh ini hidup di tiap jaman meski dengan “kurungan” yang beda tetapi “manuknya” sama yakni beliau.

Hal ini dapat ditandai dari tata cara sifat kepribadian dan cara pemerintahannya pun dan tindak tanduknya sama, sehingga orangtua kita suka menyebutkan “Sejarah Berulang/Terulang Kembali”, percaya ada faham reinkarnasi, semacam titisan.

Baca juga: Heboh di FB, Ternyata Ini Alasan Dosen Yang Mengaku Jadi Tuhan

Atau kepercayaan adanya pengutusan kembali roh-roh suci untuk berkarya kembali di dunia, dengan Ajaran yang di embannya ajaran “Keselamatan/Selam”,dalam uraian tersebut diatas betapa dalam filosofi “Ibu Bhumi – Bapa Kuasa” yang memiliki warna “merah dan putih” itu, yang oleh nenek moyang kemudian dijadikan lambang, simbol, alegoris dalam bentuk dan warna umbul-umbul maupun bendera.

Bung Karno

Bung Karno pernah memberikan amanatnya “Aku minta kepadamu sekalian, jangan pernah memperdebatkan Sang Merah Putih ini, jangan ada satu pihak yang mengusulkan warna lain sebagai bendera RI”. Tahukah kita, bahwa warna Merah Putih ini bukan buatan RI. Bukan buatan kita dari jaman pergerakan nasional. Apalagi bukan buatan Bung Karno ataupun Bung Hatta. 6 ribu tahun yang lampau kita sudah mengenal akan warna Merah Putih. Bukan seribu tahun, dua ribu, tiga ribu, empat ribu, lima ribu tahun !! Enaaaaam…..ribu tahun kita telah mengenal warna Merah-Putih.

Tatkala disini belum ada agama Kristen, Islam, Hindu Budha, bangsa Indonesia telah mengagungkan warna Merah Putih, pada waktu itu kita belum mengenal TUHAN dalam cara mengenal sebagai sekarang ini, pada waktu itu yang kita sembah adalah Matahari dan Bulan. Pada waktu itu kita mengira, bahwa yang memberi kehidupan itu Matahari. Siang Matahari – Malam Bulan !!.

Matahari merah – Bulan putih. Pada waktu itu kita telah mengagungkan warna Merah-Putih, kemudian bertambah kecerdasan kita. Kita lebih dalam menyelami akan hidup di dalam alam ini. Kita memperhatikan segala sesuatu di alam ini dan kita melihat – Oooh, Alam ini ada yang hidup bergerak, ada yang tidak bergerak.

Ada manusia dan binatang itu darahnya merah. Tumbuh-tumbuhan darahnya putih. Getih – Getah ! Coba perhatikan hampir sama dua perkataan ini : Geti-Getah, cuma i diganti dengan a. Dahulu kita mengagungkan Matahari dan Bulan, yang di dalam alam Hindu dinamakan Surya-Candra.

Kemudian kita mengagungkan Getih-Getah, Merah-Putih. Kita tau, itu adalah fase ke 2. Fase ke 3, Manusia mengerti akan kejadian manusia. Mengerti, bahwa kejadian manusia itu adalah daripada perhubungan laki dan perempuan, Orang mengerti perempuan adalah merah, dan laki-laki adalah putih.

Dan itu sebabnya maka kita turun-temurun mengagungkan Merah-Putih.Demikian kiranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.Artikel ini kami kutiPdan kami kembangkan dari berbagai sumber.

 

 

Erry. Safary/Red. Suara Independent.

Baca juga: Keanekaragaman Budaya Indonesia