Tasikmalaya Suara Independent, Suaranya lantang dalam menyuarakan berbagai apresiasinya baik kepada pemerintah ataupun diinternal partai hingga DPRD kabupaten Tasikmalay, terlebih suara berkenaan dengan kebenaran dan kepentingan rakyat. Pasalny, Ketua fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs.H. Ujang Sukmana yang merasa sama sekali tidak memiliki beban apapun, dalam berpolitik yang dimasukinya dengan keadaan mapan dengan berkecukupan secara ekonomi.

’’Istilahnya saya masuk ke dunia politik tidak membawa perut lapar, melainkan dengan kondisi perut kenyang. Makannya sama sekali tidak ada beban bagi saya untuk menyuarakan aspirasi dan kebenaran demi kepentingan masyarakat, saya berani dan istiqomah bakal memperoleh kebahagiaan meskipun dirasakan hanya sesaat didunia namun abadi di akhirat nanti,’’ ungkap Ujang mengawali pembicaraannya.

Anak dari kader Partai Golkar yang telah aktip di partai berlambang kabah ini sejak tahun 1981 menceritakan ihwal dirinya maju mencalonkan diri menjadi anggota legislatifysng di awalinya dengan pasca selesai kuliah bekerja pada sebuah kontraktordi Jakarta selama kurang lebih 8 tahun lamanya.

Hingga kemudian kembali ke kabupaten Tasikmalaya dan melanjutkan profesinya tersebut, sampai sejumlah pekerjaan diterimanya yang sebagian besar merupakan program pembangunan dari pemerintah kala itu. Namun hati kecilnya bertanya-tanya, dirinya yang berasal dari wilayah Kecamatan Cikalong justru banyak mendapatkan pekerjaan di Kecamatan lain. Hingga pada saat mengerjakan pembangunan jalan di salah satu wilayah di Kecamatan Sodonghilir, dirinya terlibat perbincangan ringan bersama dengan Camat dan Kepala Desa mengenai banyaknya program pembangunan yang masuk disana.

‘’Jawabannya sangat mengeltik hati saya saat itu, dimana muncul ungkapan jika banyaknya pembangunan ke daerah tersebut karna memiliki wakil rakyat atau anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakatnya. Saat itulah kmudian saya teringat dengan kampung halaman dengan kondisi infrastuktur jalan yang buruk, di tambah lagi fasilitas lain yang memang membutuhkan sentuhan pembangunan,’’ ungkap Ujang.

Dengan tekad yang bulat, akhirnya pada tahun 2004 dirinya maju mencalonkan diri pada pemilu legislatif dari PPP dan mendapatkan nomor urut di bawah, kala itu dirinya mendapatkan nomor urut 3 dengan perolehan suara sekitar 7.000 pemilih namun tetap harus merelakannya karena justru nomor urut 2 yang kemudian lolos meskipun perolehan suaranya jauh berada dibawahnya.

Akan tetapi hal itu tidak lantas kemudian membuatnya terpuruk, malah mendapatkan hikmah yang lebih besar dimana bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak, rumah bertambah, sampai secara perekonomian pun semakin matang. ‘’Malah saya bersukur pada akhirnya tidak jadi duduk di kursi legislative saai itu, karna kalau di lihat dari penghasilan sangat jauh lebih besar dari saya menjalankan profesi dan usaha saya. Hingga akhirnya pada tahun 2009 kembali maju mencalonkan diri dengan kekuatan lebih besar lagi, karena secara ekonomi saya bisa lebih tenang mengabdi. Atau berangkat saat itu ke dunia politik dengan perut yang kenyang, tidak membawa perut lapar,’’ Kata Ujang.

Karir politiknya di DPRD Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2009 itulah kemudian dimulai, hingga segala yang menjadi unek-unek selama bekerja menjadi pengusaha di tumpahkannya dengan berupaya mengajukan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang sangat di perlukan oleh masyarakat. Alhasil, lima tahun masa kerjanya di DPRD saat itu mampu membawa perubahan kemajuan di daerahnya hingga 60% yang di tandai dengan di perbaiki dan di bangunnya infrastukturjalan desa, jalan kabupaten, hingga tuntas. Bersambung edisi berikutnya 

I. Roki’in, MMA ( Pimred Suara Independent jabar ),  Red. Suara Independent