Pohon kelapa |- sumber google

Pohon kelapa |- sumber google

Memanfaatkan Potensi Sumberdaya Alam di Sekitar Kita,- Pohon Kelapa merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam di Indonesia dan sekitarnya.

Suara Independent– Pohon Kelapa merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam di Indonesia dan sekitarnya. Kali ini saya tidak akan membahas bagaimana cara menanamnya, tetapi ingin mengulas dari manfaat-manfaat pohon kelapa: sabut, tempurung, daging, dan air kelapa.

Semua bagian tersebut tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan produk industri. Sabut kelapa misalnya dapat dimanfaatkan sebagai sapu, jok mobil, coir fibre, keset, dan matras. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan  santan, kopra, minyak kelapa,  coconut cream, dan kelapa parutan kering (Desiccated Coconut)

Sedangkan air kelapanya disamping segar untuk diminum dapat digunakan untuk membuat cuka, penggumpalan lateks. Dan Nata de Coco. Tempurung dapat  dimanfaatkan untuk membuat carbon aktif, arang briket, Charcoal, dan kerajinan tangan.

Dari batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik digunakan untuk kerangka bangunan maupun  untuk dinding dan atap, serta peralatan rumah tangga lainnya, diantaranya.

Pot, mebel dan lain-lain. Daun kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai sapu, dan barang-barang anyaman lainnya. Berikut pemanfaatan produk sampingan pohon kelapa yang telah banyak dilakukan diantaranya:

Sabut Kelapa

Dilansir dari United Coconut Association of the Philippines (UCAP), dijelaskan bahwa dari satu buah  kelapa dapat diperoleh rata-rata 0,4  kg sabut yang mengandung 30% serat. Serat dapat diperoleh dari sabut kelapa dengan metode perendaman.

Sabut kelapa sangat kaya dengan unsur Kalium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu apabila sabut kelapa tidak dipergunakan  untuk produk-produk yang  laku dijual, juga dapat dikembalikan ke kebun sebagai pupuk Kalium.

Ekstraksi Serat Menggunakan Mesin.

Metode ini menggunakan pemukul besi atau paku yang dipasang pada drum yang berputar cepat. Menghasilkan serat berbulu yang bersih.  Serat yang diekstraksi akan diperoleh 40% serat berbulu dan 60% serat matras. Dari 100 gram sabut yang diekstraksi diperoleh sekam 70%, serat matras 18% dan serat berbulu 12%.Serat matras digunakan untuk bahan pengisi (jok), bahan penyaring, matras, dan lain-lain. Sedangkan serat berbulu sangat baik untuk dibuat sikat pembersih, sapu, keset, dan lain-lain.

Tempurung Kelapa.

Pada umumnya tempurung kelapa bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. dalam bentuk tempurung kering atau arang tempurung. Tempurung, di samping dipergunakan untuk pembuatan arang, juga dipergunakan untuk pembuatan arang aktif, yang mempunyai kemampuan mengabsorpasi gas dan uap.

Di samping itu arang aktif dapat dipergunakan sebagai kedok gas, filter rokok, ekstraksi bensin dari gas alam, pemurnian gas, menghilangkan bau limbah hasil buangan industri, bahan dasar pembuatan bateray, dan sebagainya. Arang aktif juga mampu menghilangkan warna dalam larutan, sehingga dapat dipergunakan untuk pemucatan minyak nabati, dekolorisasi larutan gula dan sebagainya.

Pembuatan arang tempurung  dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu metode drum, metode lubang, dan metode tungku. Metode tungku sesuai untuk pengusahaan secara komersil, sedangkan metode  yang paling sesuai untuk pembuatan arang tempurung dalam skala kecil adalah metode drum.

Arang Briket

Tempurung merupakan bahan yang rapuh dan mudah hancur. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengangkutnya, dan bahkan kesulitan dalam penggunaan tungku. Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan ini adalah dengan membuat arang briket. Cara yang umum dilakukan adalah menggiling arang  tempurung, sehingga mencapur dengan perekat, mencetak, dan bila perlu mengikatnnya.

Kayu Kelapa.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mosteiro dkk (1976) menyatakan bahwa secara alami kayu kelapa pada bagian yang lunak dan tidak diperlakukan pengawetan akan habis dimakan rayap dan busuk karena jamur setelah 1,5 tahun, sedang pada bagian yang keras berlangsung selama 2 tahun 5 bulan. Agar kayu ini dapat dipergunakan dalam jangka waktu  yang lama, maka perlu dilakukan pengawetan guna untuk menambah kekuatan kayu tersebut.

Air Kelapa sebagai Nata de Coco.

Nata de coco merupakan  bahan makanan yang sangat lezat dan banyak digemari oleh masyarakat, yang dimakan dalam berbagai bentuk makanan seperti koktil buah, es krim  atau dalam sirup yang sangat baik untuk diet makanan berserat. Secara ringkas skema pembuatan nata de coco dapat dinyatakan sebagai berikut:

Air kelapa yang telah disaring (12 mangkuk) kemudian dididihkan dan beri beri starter Acetobacter xylinul, dan ditambah gula 1 mangkuk dicampur hingga merata, disimpan selama 14 hari nata de coco mentah dipotong-potong, dicuci sampai rasa asam hilang, ditiriskan tambahkan sedikit sirup gula (2 mangkuk gula, 1 mangkuk air) di masukkan dalam botol dan direbus pada air mendidih selama 30 menit dan setelah proses yanag sangat lama Nata de Coco siap dikemas.

Nahh..itulah ulasan beberapa Produk Sampingan Pohon Kelapa. Semoga menambah pengetahuan kita tentang manfaat sampingan dari tanaman yang satu ini.

(Kami kutip dan kami kembangkan dari berbagai sumber).

 Perdi Suhendar/Red. Suara Independent.