Mengenal si Cepot Astrajingga alias Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari saung). Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik. Cepot tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat dan pecinta wayang golek. Salah satu tokoh dalam kesenian wayang golek ini memang sangat populer. Ketenarannya bahkan telah mendunia. Hal ini terbukti dengan keikutsertaan Cepot dalam festival internasional mewakili kebudayaan Indonesia di Yakutsk, Rusia. Sosok lucu dan bodor dalam wayang golek yang satu ini pun sukses menghibur warga Rusia dalam acara tersebut. Tokoh wayang golek Cepot memang mampu beradaptasi dengan kondisi sosial, zaman, dan perkembangan masyarakat dimana saja, tidak terkecuali di luar negeri. Meskipun demikian di setiap humor dan candaannya terdapat pesan moral, nasihat, dan kritik yang membangun. Setiap tingkah dan ucapan si Cepot pun selalu menyimpan pelajaran baik seperti setia, ceria, membela kebenaran, dan lainnya. Hal ini karena setiap kelucuannya berlandaskan pada nilai-nilai, norma-norma, dan juga sikap hidup. Astrajingga diketahui berasal dari 2 kata yaitu sastra dan jingga. Sastra berarti tulisan, sementara jingga berarti merah yang menjadi lambang dari kelakuan buruk. Jadi sebenarnya Cepot merupakan gambaran karakter buruk seperti murid yang memiliki rapor merah. Namun, uniknya kehadirannya selalu ditunggu karena tingkah konyolnya yang membuat jengkel. Kakak dari Dawala dan Gareng ini pun sangat setia mengikuti kemana saja ayahnya pergi. Kesetiaannya juga terlihat saat kesediaannya bertarung membela negaranya melawanu bta hijau. Cepot 4 in 1, Pada perkembangannya si Cepot kini bahkan menjadi ikon kesenian wayang golek. Malah ada yang bilang bukan orang Sunda namanya bila berlum mengenal tokoh wayang golek yang sangat populer satu ini. Satu hal yang membuatnya populer adalah karena adanya ciri khas yang membedakannya dengan tokoh wayang yang lain. Adapun ciri khas khusus yang dimiliki si Cepot yaitu wajahnya yang berwarna merah dengan gigi bawah besar yang menonjol ke atas. Dengan wajah merahnya sosok lucu bodor ini menjadi mudah diingat dan dikenali. Adapun satu dalang kondang yang sukses menjadikan si wajah merah ini tampil sebagai tokoh unggulan tidak lain adalah Asep Sunandar Sunarya. Menurut Asep, seorang dalang mesti mampu membaur dengan budaya masyarakat. Inilah mengapa tokoh Cepot disukai siapa saja. Lakon Cepot biasanya dimunculkan di tengah kisah. Perannya tidak lain untuk menemani para ksatria khususnya Arjuna yang menjadi majikannya. Kehadiran Cepot dijadikan satu media tersendiri dalam menyampaikan pesan. Pesan atau sindiran sarat makna tersebut disampaikan kepada penonton dengan cukup kocak sambil guyon. Red. Suara Independent