Untuk Siapakah Reformasi Ekonomi Di Negeri Ini, -Kebijakan-kebijakan ekonomi selama Orde Baru memang telah menghasilkan suatu proses transformasi ekonomi yang pesat dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi dengan biaya ekonomi tinggi dan fundamental ekonomi menimbulkan yang rapuh. Hal terakhir dapat dilihat pada buruknya kondisi sektor perbankan nasional dan semakin besarnya ketergantungan Indonesia terhadap modal Asing, termasuk pinjaman, dan impor. Ini semua membuat Indonesia dilanda suatu krisis ekonomi yang besar yang diawali oleh krisis nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada pertengahan 1997.

Perkembangan ekonomi pada masa reformasi dan Kebijakan Mengatasi Krisis ekonomi, masa pemerintahan;
1. Presiden B.J. Habibie
a. Kondisi ekonomi pada saat itu masih terpengaruh krisis moneter dengan kurs rupiah yang tinggi dan inflasi yang tinggi pula.
b. Pemerintah saat itu berusaha mengatasi krisis dengan melakukan kebijakan :
– Memberikan status independen kepada Bank Indonesia
– Berkerjasama dengan IMF untuk pemulihan krisis ekonomi
– Meningkatan nilai rupiah sampai kurs Rp. 6.500,- per 1 US$
– Menutup bank-bank yang bermasalah
– Membuat sebuah lembaga yang bertugas memantau dan menyelesaikan utang luar negeri.

2. Presiden K.H. Abdurahman Wahid
a. Kondisi ekonomi sudah mulai membaik, tetapi masih belum stabil.
b. Kebijakan ekonomi pemmerintah saat itu adalah :
– Membentuk Dewan Ekonomi Nasional untuk mengatasi krisis ekonomi.

3. Presiden Megawati Soekarnoputri
a. Keadaan ekonomi saat itu stabil dengan kurs rupiah yang juga stabil
b. Pememrintah melakukan kebijakan ekonomi berupa :
– Pengajuan untuk menunda pembayaran hutan senilai US$ 5.800.000.000
– Melakukan pembayaran hutang luar negeri senilai Rp. 116.300.000.000.000
– Melakukan Privatisasi BUMN

Memasuki pemerintahan masa transisi, sejak mulai terjadinya krisis di belahan Negara di Asia pada akhir masa pemerintahan orde baru, dan adanya peninggalan ketergantungan Negara terhadap bantuan modal asing, sehingga mulai jatuhnya nilai tukar Rupiah di pasar global. Negara-negara pemberi bantuan pun mulai tidak percaya atas kemampuan Indonesia untuk menangani krisis yang terjadi di negaranya. Adanya gejolak untuk mereformasikan Negara Indonesia oleh mahasiswa sehingga terjadi tragedy tri sakti. Masa ini dipimpin oleh Habibie (1997-1998).

Memasuki masa pemerintahan reformasi sampai masa cabinet Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan masa pemerintahan yang dipimpin oleh Gus Dur justru semakin memburuk keadaan ekonominya karena seolah-olah tidak ada niat untuk berpolitik secara sungguh-sungguh terlihat dari caranya memandang inflasi yang hanya dianggap sebagai pengaruh amandemen UU BI saja.

Kemudian digantikan oleh Megawati, namun tidak juga mengalami perbaikan walaupun nilai tukar di pasar internasional mulai membaik dari masa pemerintahan Gus Dur. Setelah memasuki masa pemerintahan SBY, merupakan tanggungjawab berat untuknya memperbaiki perekonomian khususnya dalam menangani krisis dan inflasi, walaupun pada masa jabatan terakhirnya tahun 2009 mengalami gejolak untuk masalah BBM dan harga pangan di pasar global. Masa ini dimulai tahun1999-2009.

4. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

a. Perekonomian saat itu sudah mulai membaik dengan angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% per tahun.
b. Kebijakan ekonomi yang dilakukan :
– Pengurangan subsidi BBM
– Pemberian BLT
– Mengurangi hutang luar negeri dan melunasi hutang IMF senilai US$ 3.100.000.000

 

Red. Suara Independent